Juhyo

Aomori dan Pesonanya: Fakta Aomori yang Perlu Kamu Ketahui!

Aomori mempunyai sejuta kejutan yang mungkin belum pernah kamu bayangkan sebelumnya. Bukan cuma soal pemandangan yang indah, prefektur ini menyimpan berbagai fakta unik yang bakal bikin kamu terpukau.

Mulai dari fenomena lama yang ajaib sampai tradisi yang punya sejarah panjang, setiap sudutnya punya cerita menarik untuk dijelajahi. Kalau kamu mencari destinasi dengan perpaduan budaya autentik dan alam yang masih murni, Aomori adalah jawabannya. Simak beberapa fakta menarik yang mendefinisikan keunikan Aomori berikut ini!

Shirakami Sanchi: Hutan Beech Alami yang Memukau

Shirakami Sanchi merupakan kawasan hutan beech alami di Prefektur Aomori dan Akita. Tempat ini terkenal karena alamnya yang asli dan sangat terjaga. Kawasan ini menjadi salah satu hutan tua terakhir di Asia Timur yang menawarkan pemandangan hijau menenangkan bagi kamu yang berkunjung untuk melepas penat.

Karena nilai ekologinya yang tinggi, Shirakami Sanchi akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sekaligus menjadi habitat penting bagi beragam satwa liar. Kamu bisa menemukan beruang hitam Jepang hingga berbagai jenis burung langka di tempat ini, sehingga kawasan ini pun menjadi laboratorium alam yang sangat berharga untuk dipelajari lebih jauh.

Danau Towada: Kaldera yang Terbentuk dari Gunung Berapi

Bukan sekadar danau biasa, Danau Towada menyimpan fakta menarik sebagai danau kawah terbesar di seluruh Pulau Honshu. Terbentuk dari letusan gunung berapi yang sangat dahsyat ribuan tahun lalu, kini lokasinya menjadi pelarian sempurna untuk melepas penat. Airnya yang biru dan jernih menyatu sempurna dengan rimbunnya hutan hijau di sekeliling tepinya.

Sepanjang tahun, Danau Towada menawarkan panorama yang selalu memukau. Terutama saat musim gugur, warna dedaunan berubah menjadi merah dan emas, lalu menciptakan refleksi cantik di permukaan air danau yang biru. Perpaduan warna alam ini sangat aesthetic, jadi pastikan kamu mengabadikan momen di sini!

Ngarai Oirase: Petualangan Menelusuri Jalur Air Paling Eksotis

Oirase Gorge merupakan ngarai indah yang memanjakan mata dengan aliran sungai jernih, bebatuan alami yang penuh dengan lumut, serta deretan air terjun kecil yang menghiasi sepanjang jalurnya. Keindahannya yang alami membuat tempat ini sering dijuluki sebagai salah satu spot alam tercantik sekaligus paling menenangkan di Jepang, sehingga sangat cocok untuk kamu sangat ingin menyendiri.

Kamu bisa menikmati suasana damai ini dengan berjalan kaki atau bersepeda menyusuri jalur setapak di dalam hutan yang menyejukkan. Jalur yang landai serta suara gemericik air sungai menjadikan Oirase sebagai tempat favorit bagi pecinta alam untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota yang melelahkan.

Gunung Hakkoda: Seni Alam di Musim Dingin

Saat musim dingin tiba, pepohonan di pegunungan Aomori akan berubah drastis karena tertutupi lapisan salju dan es tebal hingga membentuk sosok-sosok unik yang menyerupai raksasa, sehingga fenomena langka ini dikenal sebagai juhyo atau snow monsters. Bentuk-bentuk unik yang terlihat megah ini tercipta secara alami akibat terpaan angin dingin ekstrem dari Siberia yang terus-menerus membawa kristal salju, lalu menempel erat pada pepohonan.

Pemandangan ini akan terasa semakin dramatis saat malam hari, terutama ketika sentuhan iluminasi warna-warni menyinari deretan snow monsters tersebut. Kilauan cahaya yang memantul di atas lapisan es akan menciptakan atmosfer yang sangat magis dan artistik, sehingga pengalaman melihat snow monsters secara langsung akan menjadi momen liburan yang tidak pernah kamu lupakan.

Tsugaru Shamisen: Musik Tradisional Penuh Energi

Tsugaru Shamisen adalah alat musik petik khas Aomori yang punya karakter suara sangat unik. Berbeda dengan Shamisen klasik, Tsugaru Shamisen, iramanya lebih cepat, bertenaga, dan penuh improvisasi yang bikin pendengar bersemangat.

Alat musik ini punya sejarah yang sangat unik karena awalnya dikembangkan oleh para musisi jalanan tunanetra di masa lalu. Kini, Tsugaru Shamisen telah mendunia dan sering dipadukan dengan berbagai genre musik seperti rock atau jazz. Meski begitu, alat musik ini tetap mempertahankan ciri khas suaranya yang sangat kuat dan berkarakter.

Kuil Seiryu-ji & Patung Buddha Raksasa

Seiryu-ji Temple merupakan tempat pelarian sempurna bagi kamu yang menginginkan ketenangan di tengah arsitektur kayu khas Jepang yang memukau. Kuil ini bukan hanya sekadar bangunan, tapi tempat yang pas untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas harian.

Daya tarik yang paling membuat perhatian wisatawan adalah Showa Daibutsu, sebuah patung Buddha perunggu dengan ukuran yang begitu megah. Kamu pasti akan langsung terpukau melihat ekspresi wajahnya yang begitu tenang dan teduh. Banyak pengunjung mengaku merasa jauh lebih damai dan rileks saat berdiri tepat di depan patung ikonik ini.

Gunung Osore: Wisata Alam dengan Atmosfer Paling Mistis

Mount Osore atau sering disebut juga Osorezan, merupakan salah satu tempat paling mistis sekaligus sakral di seluruh Jepang. Kamu akan disambut dengan lanskap unik berupa tanah berbatu dengan aroma belerang yang sangat tajam dan khas. Pemandangan tandus di sini benar-benar menciptakan atmosfer magis yang seolah kamu sedang berada di dunia lain.

Dalam kepercayaan lokal, Gunung Osore dipercaya sebagai gerbang pintu masuk menuju dunia arwah yang penuh misteri. Banyak orang sengaja datang ke sini untuk berziarah, berdoa, hingga mengenang anggota keluarga yang telah tiada. Suasana khidmat di tempat ini pasti akan memberikan pengalaman spiritual yang tidak akan pernah kamu lupakan.

Aomori Ringo: Primadona Apel Jepang

Aomori memegang predikat sebagai penghasil apel terbesar dan terbaik di selurh Jepang. Iklim dingin serta perbedaan suhu yang kontras antara siang dan malam membuat buahnya memiliki rasa manis yang khas. Teksturnya pun sangat renyah, menciptakan sensasi yang selalu bikin nagih di setiap gigitan.

Berbagai varietas populer seperti Fuji, Tsugaru, hingga Orin tumbuh subur di perkebunan wilayah ini. Menariknya lagi, apel di sini diolah dengan sangat kreatid oleh warga lokal. Kamu bisa menemukan jus apel murni, apple pie, permen, hingga bumbu kari apel yang menawarkan cita rasa unik

Fukaura Yuki-Ninjin: Wortel Manis dari Balik Salju

Pernah membayangkan wortel

Hachinohe Sansha Taisai

Jangan Sampai Ketinggalan! Festival di Aomori ini Wajib Masuk Bucket List Kamu

Aomori punya cara unik untuk menjaga tradisinya agar tetap relevan di zaman sekarang. Kalau kamu ingin merasakan meriahnya budaya Jepang, festival ikonik di Aomori adalah jawaban yang tepat. Sepanjang tahun jalanan Aomori berubah menjadi panggung budaya yang luar biasa. Kamu bisa melihat parade lampion raksasa hingga ritual penuh makna.

Setiap perayaan di sini adalah cerminan kebanggaan masyarakat setempat. Melalui dentuman musik dan tarian energik, kamu akan terkesima. Tidak sampai di situ, dekorasi spektakuler yang disiapkan akan membuatmu lebih terpukau. Pengalaman ini bakal membuat kamu paham betapa kuatnya warisan budaya mereka.

Aomori Nebuta Matsuri

Aomori Nebuta Matsuri adalah festival paling terkenal di Prefektur Aomori. Tradisi ini telah menjadi simbol budaya daerah selama ratusan tahun. Asal usulnya berkaitan dengan tradisi Tanabata serta kebiasaan warga lokal untuk mengusir rasa kantuk di musim panas. Dari tradisi sederhana, festival ini menjadi perayaan musim panas terbesar di Jepang.

Daya tarik utamanya adalah parade lampion raksasa yang sangat mencolok. Lampion yang berbentuk tokoh samurai dan makhluk legenda ini menyala terang. Saat malam tiba, lampion diarak keliling kota dengan iringan musik. Dentuman taiko (alat musik tradisional) dan tarian energik para haneto (penari) menciptakan suasana yang sangat meriah. Pengalaman ini benar-benar ikonik dan wajib kamu rasakan langsung di Aomori!

Informasi:

AlamatRute parade melingkari area stasiun AomoriTarifCek selengkapnya di siniJam Operasional2-3 Agustus:19:00 – 21:00: Parade Nebuta anak-anak dan beberapa nebuta raksasa.4-6 Agustus:19:10 – 21:00: Puncak Acara 7 Agustus:13:00 – 15:00: Parade Nebuta siang hari19:15 – 21:00: Festival kembang api pelabuhan AomoriAksesTokyo Station – Shin-Aomori by Shinkansen Hayabusa sekitar 3 jam 20 menit

Hirosaki Neputa Matsuri

Hirosaki Neputa Matsuri mempunyai sejarah panjang sejak zaman edo, festival ini berkembang dari tradisi musim panas yang juga berkaitan dengan Tanabata. Meski sekilas mirip Hirosaki Nebuta Matsuri, festival ini punya karakter yang lebih artistik dan elegan. Perayaan ini selalu sukse menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah dan menjadi kebanggan warga setempat.

Ciri khas festival ini ada pada lampion besar berbentuk kipas raksasa yang sangat ikonik. Lampion tersebut dihiasi lukisan samurai, legenda perang, hingga ilustrasi perempuan Jepang klasik. Parade malam yang diiring musik tradisional menciptakan suasana hangat dan meriah. Kamu pasti akan terpukau dengan perpaduan nuansa festival yang tetap berkelas ini.

Informasi:

Waktu Pelaksanaan1 – 4 Agustus:19:00 (Rute Dotemachi)5 – 6 Agustus:19:00 (Rute Area Stasiun Hirosaki)7 Agustus:10:00 (Rute Nanukabi Dotemachi)AksesTokyo Station – Shin-Aomori Station by Tohoku Shinkansen Hayabusa 3 jam 20 menit.Shin-Aomori Station – Hirosaki Station by JR Ou Main Line 30 – 40 menitTotal: Sekitar 4 jam – 4 jam 30 menitTarifCek lebih lengkap di sini 

Goshogawara Tachineputa

Festival ini berasal dari era Meiji dan sempat menghilang cukup lama. Berkat penemuan catatan sejarah, perayaan ini hidup kembali di akhir abad ke-20. Kini, Goshogawara Tachineputa menjadi festival paling unik di Aomori. Festival ini terkenal dengan kendaraan hias raksasa yang menjulang tinggi. Nama β€œTachi” berarti berdiri, sesuai dengan konsep kendaraan hiasnya. 

Daya tarik utamanya adalah float setinggi 23 meter. Float tersebut dihiasi sosok dewa, iblis, serta berbagai cerita rakyat Jepang. parade berlangsung pada malam hari sehingga seluruh kendaraan hias bersinar indah. Meski beratnya mencapai hingga 19 ton, float tetap digerakkan secara manual. Kamu akan melihat warga menarik, mendorong, hingga memutar kendaraan hias tersebut. Iringan musik taiko dan tarian penari semakin menambah kemeriahan suasana.

Informasi:

AlamatDekat Stasiun JR GoshowaraWaktu Pelaksanaan 4 – 8 AgustusTarifCek lebih lengkap di sini!AksesTokyo Station – Shin-Aomori Station by Tohoku Shinkansen Hayabusa 3 jam 20 menit.Shin-Aomori Station – Goshogawara Station by JR Ou Main Line sekitar 75 menitTotal: 4 jam 35 menit

Hachinohe Sansha Taisai

Hachinohe Sansha Taisai atau Festival Tiga Kuil adalah tradisi besar di Hachinohe. Perayaan ini telah berlangsung sekitar 300 tahun di kota tersebut. Acara ini menjadi perayaan budaya terpenting di wilayah selatan Aomori. Nama β€œSansha” merujuk pada tiga kuil utama yang terlibat dalam prosesi. Festival ini bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Nasional UNESCO.

Sorotan utamanya adalah parade 27 kendaraan hias raksasa (Dashi). Setiap tahun, kendaraan ini dibuat ulang dengan tema mitologi hingga kisah Kabuki. Ukurannya bisa mencapai tinggi 10 meter dengan lebar 8 meter. Detailnya pun luar biasa, termasuk boneka bergerak dan dekorasi yang rumit. Saat malam tiba, lampu dashi akan dinyalakan dan menciptakan suasana dramatis. Iringan musik tradisional dan sorak penonton membuat suasana festival terasa semakin meriah.

Informasi:

Waktu Pelaksanaan31 Juli – 4 Agustus*Untuk informasi lebih lanjut AksesTokyo Station – Hachinohe Station by Tohoku Shinkansen Hayabusa sekitar 2 jam 45 menit 

Winter Cherry Blossom Illuminations

Acara unik ini hadir di Taman Hirosaki sejak tahun 2017. Festival ini memanfaatkan deretan sakura yang tertutup salju saat musim dingin. Hirosaki memiliki sekitar 2.600 pohon sakura. Melalui iluminasi ini, keindahan sakura seolah hidup kembali meskipun sedang musim dingin.

Saat malam hari, pohon bersalju diterangi cahaya lembut berwarna merah muda. Hasilnya pepohonan tampak seperti bunga sakura yang sedang bermekaran. Pemandangan ini semakin menakjubkan saat salju turun dan parit taman yang membeku. Suasana magis ini tentu sulit kamu temukan di tempat lain. Area utama iluminasi berada di sepanjang parit luar dekat Gerbang Otemon.

Informasi:

Alamat1 Shimoshiroganecho, Hirosaki, Aomori 036-8356Waktu PelaksanaanAwal Desember – Akhir FebruariJam Operasional16:30 – 21:00AksesTokyo Station – Shin-Aomori Station by Tohoku Shinkansen Hayabusa sekitar 3 jam 20 menit.Shin-Aomori Station – Hirosaki Station by JR Ou Main Line sekitar 30 – 40 menit.Hirosaki Station – Hirosaki Park by Dotemachi Loop Bus sekitar 15 menit.Total: Sekitar 4 jam 45 menit dari Tokyo

Hachinohe Enburi

Hachinohe Enburi merupakan festival tradisional yang menjadi simbol budaya Kota Hachinohe. Perayaannya menjadi penanda berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi. Karena nilai sejarahnya yang kuat,

Senbei-jiru

Rekomendasi Kuliner Khas Aomori Jepang yang Unik dan Wajib Dicoba!

Aomori bukan sekadar titik paling utara di Pulau Honshu, melainkan sebuah destinasi di mana tradisi dan keajaiban rasa bertemu dalam satu meja. Jika kalian bosan dengan hiruk-pikuk Tokyo dan mencari sisi Jepang yang lebih hangat lewat makanannya, Prefektur ini adalah jawabannya.

Sebagai β€œRumah Apel Dunia”, Aomori tidak hanya menawarkan buah yang manis dan renyah saja, tetapi juga pengalaman kuliner interaktif yang tak terlupakan. Mulai dari kari ramen susu hingga menyusun sendiri seafood segar di atas mangkuk nasi di pasar ikan lokal, setiap gigitan di Aomori bercerita tentang kekayaan alam dan kreativitas warganya. Berikut daftar makanan khas yang menjadi identitas rasa dari wilayah utara ini, mulai dari hasil lautnya yang segar hingga olahan apel yang mendunia.

Miso Curry Milk Ramen – Ramen dengan Kuah Susu Kari Miso

Aomori punya menu mi kuah unik yang wajib banget masuk ke dalam daftar rencana kulinermu. Ramen khas ini menggabungkan bumbu miso, bubuk kari, dan susu cair segar ke dalam satu mangkuk hangat. Perpaduan tersebut sukses menghasilkan tekstur kuah kental yang sangat creamy dengan aroma rempah-rempah yang menggoda selera.

Begitu kuah hangatnya diseruput, rasa gurih miso akan langsung berpadu pas dengan sentuhan kari yang sedikit pedas. Kehadiran susu segar di dalamnya juga memberikan tekstur lembut yang membuat rasa kuahnya terasa ringan dan nyaman dinikmati. Menariknya lagi, kamu bisa mencicipi langsung pelopor ramen legendaris ini di restoran terkenal bernama Aji no Sapporo Asari. Jadi, pastikan kuliner unik ini menjadi rute kuliner pertama yang wajib kamu kunjungi!

Kaiyaki-miso – Kerang Bakar dengan Miso

Aomori menawarkan olahan kerang segar (hotate) yang dimasak langsung secara unik di dalam cangkang besarnya. Hidangan tradisional ini memadukan potongan kerang premium tersebut dengan campuran bumbu miso, telur, dan taburan daun bawang. Proses memasaknya dilakukan di atas api kecil hingga seluruh bahan menyatu sempurna serta mengeluarkan aroma gurih yang khas. 

Begitu kamu menyuapnya, tekstur kerang terasa sangat lembut sekaligus juicy dengan rasa manis alami yang sangat kuat. Perpaduan kuah miso gurih di dalamnya juga sukses membuat cita rasa hidangan yang kamu nikmati semakin kaya di lidah. Menu ikonik ini selalu berhasil menjadi incaran utama bagi para pencinta seafood.

Nokkedon – Semangkuk Nasi Topping Seafood

Nokkedon adalah hidangan nasi dengan berbagai topping seafood segar yang bisa kamu pilih sendiri. Konsepnya interaktif karena kamu akan berkeliling pasar untuk memilih topping sesuai selera. Pilihan topping-nya sangat beragam, mulai dari ikan, udang, hingga kerang segar.

Saat kamu menyantapnya, kesegaran seafood langsung terasa di setiap suapan. Kombinasi nasi hangat dengan topping pilihan menciptakan rasa yang seimbang dan memuaskan. Pengalaman meracik sendiri membuat hidangan ini terasa lebih personal dan menyenangkan. Makanan ini bisa kamu rasakan langsung di Aomori Gyosai Center, tempat terkenal untuk mencoba nokkedon.

Nebuta-zuke – Acar Seafood

Hidangan fermentasi khas Aomori ini memadukan potongan cumi atau ikan segar dengan rumput laut dan kecap pilihan. Proses fermentasi yang dilakukan secara tradisional tersebut menghasilkan perpaduan rasa unik yang sangat menggugah seleramu. Meskipun dikenal memiliki aroma yang cukup kuat, menu legendaris ini tetap menjadi incaran karena nilai tradisinya yang kental.

Sensasi begitu kamu memakannya, rasa gurih dan asin akan langsung memanjakan lidahmu dengan sentuhan umami yang sangat dalam. Tekstur kenyal dari hidangan laut ini juga dijamin memberikan sensasi bersantap yang sangat berbeda dari biasanya. Kuliner khas ini sangat mudah kamu temukan di berbagai pasar tradisional maupun pusat toko oleh-oleh di Aomori.

Surume-hishio – Cumi Kering Panggang

Surume-hishio adalah hidangan khas Aomori yang menggunakan cumi kering (surume) sebagai bahan utama. Cumi ini biasanya dipanggang di atas api kecil hingga mengeluarkan aroma yang khas. Hidangan ini dikenal dengan cara penyajiannya yang sederhana, mencerminkan budaya kuliner masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut secara maksimal. Cumi yang digunakan telah dikeringkan terlebih dahulu, sehingga memiliki rasa yang lebih intens.

Saat kamu mencicipinya, teksturnya terasa kenyal dengan cita rasa gurih yang semakin kuat saat dipanggang. Aroma smokey yang dihasilkan dari proses pembakaran membuat rasanya semakin menggugah selera. Kamu juga bisa merasakan pengalaman unik menikmati hidangan ini di dalam Tsugaru Railway β€œStove Train”, dimana surume dipanggang langsung di atas tungku selama perjalanan.

Oma Maguro – Tuna Sirip Biru 

Oma Maguro adalah tuna berkualitas tinggi yang berasal dari perairan Oma, wilayah yang terkenal sebagai penghasil tuna terbaik di Jepang. Tuna ini biasanya adalah bluefin tuna dengan kualitas premium yang sering dilelang dengan harga fantastis. Kesegarannya terjaga karena langsung ditangkap dari laut dingin, menghasilkan daging dengan tekstur lembut dan kandungan lemak yang seimbang.

Di gigitan pertama, kamu akan langsung merasakan tekstur yang lumer di mulut dengan rasa gurih yang kaya namun tetap clean. Bagian otoro (lemak tuna) memberikan sensasi buttery yang khas, sementara akami (daging merah) terasa lebih ringan dan segar. Kamu bisa menikmati hidangan ini di restoran sushi premium atau pasar ikan seperti Aomori Gyosai Center yang menyajikan seafood segar langsung dari sumbernya.

Nanbu Senbei – Kerupuk Gandum Tradisional

Camilan tradisional ini berbentuk kerupuk gandum tipis yang dipanggang secara tradisional hingga menghasilkan tekstur renyah yang khas. Biasanya, adonan kerupuk tersebut diberi tambahan biji wijen hitam atau kacang tanah agar rasa yang kamu nikmati makin kaya. Cemilan legendaris ini bahkan sudah menjadi bagian erat dari warisan budaya kuliner masyarakat Aomori sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, kesederhanaan rasa yang autentik ini selalu berhasil menarik perhatian bagi kamu yang sedang berburu produk lokal.

Setiap gigitan yang kamu rasakan menyajikan perpaduan rasa gurih bersahabat dengan sensasi tekstur yang sangat garing. Karakter rasanya yang ringan juga membuat camilan ini sangat cocok kamu nikmati kapan saja sebagai teman minum teh. Nanbu Senbei adalah pilihan terbaik untuk kamu jadikan oleh-oleh bagi keluarga tercinta di rumah, karena memiliki daya simpan

Rekomendasi Destinasi Sakura di Tohoku

Musim semi di Jepang adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu, terutama saat bunga sakura mulai bermekaran. Tohoku, yang terletak di bagian utara Pulau Honshu, menjadi destinasi favorit dengan pemandangan sakura yang memukau. Dari Kastel bersejarah hingga taman yang indah, berikut adalah rekomendasi destinasi untuk menikmati pesona sakura di Tohoku. Menariknya, Tohoku juga mudah diakses dari Tokyo, sehingga perjalanan ke sana tak boleh kamu lewatkan!Β 
Miyagi – Shiroishi CastleΒ 
Shiroishi Castle dulunya merupakan kediaman klan Katakura, keluarga vasal dari klan Date. Meskipun dihancurkan pada masa Restorasi Meiji, sebagian menara kastel ini berhasil dipugar dengan setia pada tahun 1995 menggunakan kayu berkualitas tinggi dari Jepang, seperti cedar putih Aomori. Aroma khas kayu tersebut meninggalkan kesan yang mendalam. Dari menara kastel, pengunjung dapat menikmati pemandangan pusat kota Shiroishi Castle.

Β 

Shiroishi Castle menyuguhkan kombinasi sempurna antara sejarah dan keindahan alam. Kastel ini dikelilingi oleh pohon-pohon Sakura yang bermekaran saat musim semi, menciptakan suasana yang begitu memesona. Kamu bisa menikmati keindahan bunga sambil menjelajahi Kastel yang sarat dengan nilai sejarah. Tempat ini juga menjadi favorit para fotografer untuk mengabadikan pemandangan klasik Jepang dengan bunga Sakura sebagai bingkai, kastel sebagaiΒ point of interestΒ dan langit biru sebagaiΒ background.Β 
Shiroishi Castle terletak di dalam Taman Masuoka. Di lantai pertama, tersedia loket tiket, restoran, dan toko yang menjual berbagai produk khas Shiroishi, termasuk souvenir Shiroishi Castle. Di lantai kedua, pengunjung dapat menemukan ruang pameran yang memajang berbagai artefak seperti model skala 1/500 Shiroishi Castle beserta kota kastelnya, baju zirah Klan Katakura, pedang, senapan kuno, dan koleksi lainnya. Sementara itu, lantai ketiga menyediakan Teater 3DΒ High VisionΒ dengan layar besar berukuran 200 inci dan pencahayaan tinggi. Saat ini, ​film sejarah menarik tentang Shiroishi Castle sedang ditayangkan.Β 
Lantai 1: Souvenir dan KulinerΒ Lantai pertama museum menawarkan toko dan restoran. Toko ini menjual aneka produk khas Shiroishi, termasuk barang-barang orisinal Kojuro dan U-men, mi khas daerah ini.Β 
Lantai 2: Ruang PameranΒ Di lantai kedua terdapat ruang pameran yang memiliki beberapa sudut menarik, seperti sudut β€œbenteng Kastel.” Di sini, pengunjung dapat melihat model skala 1/100 Benteng dalam Shiroishi Castle serta informasi detail tentang restorasi Kastel yang menggunakan teknik konstruksi tradisional sesuai zaman dahulu.Β 
Lantai 3: TeaterΒ 3D High VisionΒ Lantai ketiga dilengkapi dengan TeaterΒ 3D High VisionΒ yang memiliki layar besar berukuran 200 inci dengan kualitas pencahayaan tinggi. Saat ini, film bertema sejarah yang mengisahkan Shiroishi Castle sedang ditayangkan, memberikan pengalaman yang informatif dan mengesankan.Β 
Informasi

Alamat

1-16 Masuokacho,Shiroishi, Miyagi

Tarif

Tiket Masuk (JPY 400)3D high-definition theatre (JPY 400)Β Samurai House (JPY 200)Β Tiket masuk + 3D high-definition theatre + Samurai House (JPY 800)

Akses

Tokyo Station – Shiroishizao Station by Shinkansen 1 jam 52 menitΒ Shiroishizao Station – Shiroishi Castle by Taxi 5 menitΒ Total: Sekitar 2 jam 2 menit

Fukushima – Tsurugajo CastleΒ 
Tidak kalah dengan kastel yang lain yang ada di Jepang, Tsurugajo Castle pun memiliki taman yang indah. terdapat sekitar lebih dari seribu pohon Sakura yang tumbuh di taman sekitar kastel, menjadikan Tsurugajo Castle sebagai destinasi favorit untuk hanami saat musim semi di Prefektur Fukushima, Jepang.Β 

Tsurugajo Castle memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan kombinasi yang sempurna antara sejarah, alam, dan tradisi dengan semua indera.Β 
Meskipun sebagian besar telah direkonstruksi, dinding batu di taman sekitarnya tetap dalam kondisi aslinya. Pada tahun 2010, untuk pertama kalinya sejak direnovasi pada tahun 1965, kastel ini menjalani restorasi kosmetik. Setelah selesai pada tahun 2011, atap genteng merah yang sama seperti yang dilihat oleh Byakkotai selama Perang Boshin dan hari-hari terakhir Keshogunan Tokugawa kini dapat dinikmati oleh semua pengunjung.Β 
Kamu bisa mengunjungiΒ RinkakuΒ (rumah upacara minum teh) untuk istirahat sambil menikmati teh hijau matcha yang disajikan secara segar. Rumah teh yang berada di area Tsuruga Castle ini memiliki peran penting dalam penyebaran seni tradisional ini, dan jika saja bangunan ini hancur selama Restorasi Meiji, upacara minum teh seperti yang dikenal di Jepang mungkin tidak akan bertahan hingga kini.Β 
Perjalanan ke Tsurugajo Castle ini akan benar-benar membawa Kamu merasakan perjalanan waktu ke masa lalu dan menyelami sejarah yang dalam.Β 
InformasiΒ 

Alamat

1-1 Oitemachi,Β Aizuwakamatsu, Prefektur Fukushima

Tarif

JPY 410 (Kastel)Β JPY 210 (Rinkaku Teahouse)Β JPY 520 (Paket Kastel + Rinkaku Teahouse)Β 

Akses

Tokyo Station – Koriyama Station by ​Shinkansen 1 jam 17 menitΒ Koriyama Station – Aizu Wakamatsu Station by JR Ban Etsu Sa​i Line 1 jam 8 menitΒ Aizu Wakamatsu Station – Tsurugajo Kitaguchi by Bus 20 menitΒ Dilanjutkan berjalan kaki sekitar 5 menitΒ Total: sekitar 2 jam 50 menitΒ 

Sendai – Osaki Hachimangu ShrineΒ 
Kuil Hachimangu menggambarkan estetika samurai dari periode Edo awal (1603–1867) dan dibangun sebagai pernyataan megah tentang kekayaan, kekuasaan, dan kecanggihan budaya. Kuil ini dibangun atas perintah Date Masamune (1567–1636) dan memuja dewa pelindung keluarga Date, Hachiman, kami Shinto perang. Pengrajin terbaik dari seluruh penjuru negeri diperintahkan untuk membangun kuil ini, yang berlangsung selama tiga tahun (1604–1607).Β 
Kuil Osaki Hachimangu adalah Harta Karun Nasional dan salah satu kuil Shinto yang paling penting di Sendai. Tidak hanya sebagai artefak sejarah yang megah dan contoh luar biasa dari arsitektur awal abad ketujuh belas, tetapi juga masih menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan dan keseharian. Banyak orang datang ke sini untuk berbagai alasan: berwisata, penelitian, ikut serta dalam festival, atau merayakan peristiwa penting dalam hidup mereka. Saksikan tradisi dan ritual penting sambil menikmati suasana tempat ibadah ini.Β 
Suasana sakral dari kuil berpadu indah dengan keanggunan bunga sakura, menciptakan suasana damai dan menenangkan. Lokasi ini cocok untuk berjalan santai sambil menikmati budaya dan tradisi Jepang.Β 

Informasi


Jelajah Pesona Musim Dingin di Tohoku

Musim dingin di wilayah Tohoku, Jepang, menawarkan berbagai destinasi menakjubkan yang siap memukau para pengunjung dengan pesona salju dan keindahan alamnya. Dari perjalanan tenang menyusuri Sungai Abukuma di Miyagi hingga menyaksikan keajaiban Jembatan sungai Tadami ​Pertama ​di Fukushima yang tercermin di permukaan air yang tenang, setiap tempat memberikan kesan yang berbeda-beda. Di Iwate, Kamu dapat menikmati keindahan ngarai Geibi dari perahu tradisional, sementara Yamagata menyuguhkan suasana klasik dan nostalgia di Ginzan Onsen, di mana Kamu bisa berjalan-jalan di antara bangunan dengan arsitektur kayu yang unik dan menikmati pemandangan terbaik musim dingin. Tidak ketinggalan, Akita menghidupkan malam musim dingin dengan Yokote Snow Festival yang memancarkan cahaya dan kehangatan di balik igloo tradisional. Jelajahi pesona musim dingin di Tohoku dan temukan keajaiban yang tak terlupakan di setiap sudutnya.Β 
Miyagi – Berlayar di Sungai AbukumaΒ 

Sungai Abukuma adalah sungai terbesar kedua di Tohoku yang dahulu kala merupakan jalur transportasi utama antara Edo dan Tohoku dan digunakan untuk mengangkut beras dan batu. Kini sungai ini menjelma tempat wisata yang populer. Kamu dapat menikmati pemandangan indah dan hidangan khas saat berlayar menyusuri sungai dengan yakatabune, perahu tradisional yang membawa Kamu berlayar santai melewati tempat-tempat indah seperti jembatan tua, perbukitan hutan dan bahkan geyser dan bebatuan dengan memiliki bentuk unik dan bersejarah. Sebuah perjalanan yang akan membuat Kamu tenang dan damai. Perahu ini tersedia sepanjang tahun, Sehingga dapat menikmati suasana yang khas pada setiap musimnya.Β 
Pada saat musim dingin (Desember – Maret) menawarkan perahu kotatsu di mana di bawah meja terdapat pemanas sehingga Kamu bisa tetap hangat serta menikmati hidangan nabe. Perjalanan perahu ini adalah salah satu aktivitas yang sempurna untuk menikmati keindahan alam di bagian selatan Prefektur Miyagi. Jika Kamu beruntung, Kamu dapat melihat burung, bebek yang sedang mencari makanan bahkan ikan salmon yang berenang melawan arus untuk bertelur di area yang lebih dangkal.Β Β 
Informasi :Β Β 

Alamat

12 Shimotaki, Marumori-machi, Igu-gun, Prefektur Miyagi

Tarif

Dewasa: JPY 2,500Β Anak-anak: JPY 1,300Β *Gratis untuk Anak-anak di bawah usia Sekolah DasarΒ *Setiap pembelian 1 tiket dewasa, bonus gratis untuk 1 anakΒ 

Akses

Tokyo Station – Fukushima Station by Tohoku Shinkansen 1 jam 48 menit ​Fukushima Station – Marumori Station (via JR Abukuma Kyuko Line tujuan Tsukiki) 52 menitΒ Marumori Station – Sungai Abukuma naik sepeda rental 20 menitΒ Total: Sekitar 3 jamΒ 

Fukushima – Jembatan Sungai Tadami​ Pertama​ 

Sebuah pemandangan ikonik jembatan yang membentang 174 meter di atas sungai Tadami yang tenang antara stasiun Aizu-Nishikata dan Aizu-Hinohara. Tempat ini menjadi spot fotogenik, sering kali Kita melihat foto kereta yang melintasi jembatan ini tercermin di atas permukaan air yang tenang. Dengan pemandangan sekeliling putih salju. Sungguh seperti melihat wallpaper hidup secara nyata!Β 
Terdapat banyak titik pandang dengan sudut pandang yang berbeda. Tapi, titik pandang nomor 1 adalah titik yang direkomendasikan. Karena aksesnya mudah dengan transportasi umum dan dapat diakses sepanjang tahun. Setiap musim menyuguhkan pemandangan yang indah. Namun, musim dingin memberikan pemandangan dengan kesan yang lebih spektakuler. Kamu dapat melihat kereta melintasi jembatan yang tampak di antara pepohonan di tepi sungai. Selama musim dingin, pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari pegunungan bersalju, danau beku, dan rumah-rumah lokal yang tertutup salju. Di bulan Februari, kota-kota yang berada di wilayah ini mengadakan festival salju yang menampilkan patung-patung salju yang spektakuler.Β 
Informasi : Β 

Alamat

Amayahara, Kawai, Mishima-cho, Onuma-gun, Prefektur Fukushima

Akses

Tokyo Station – Koriyama Station by Tohoku Shinkansen 1 jam 30 menitΒ Koriyama Station – Aizu Wakamatsu Station​ JR Ban-Etsu-West line tujuan Aizuwakamatsu ​1 jamΒ Aizu Wakamatsu Station – Aizu Hinohara Station by Local Koide 1 jam​. Β dilanjut menggunakan Taxi dari Aizu Hinohara Station 4 menit ​Total: Sekitar 3 jam 34 menitΒ 

​​​Iwate – Berlayar di Ngarai GeibiΒ 

Ngarai Geibi (Geibikei) terletak di selatan Prefektur Iwate, di wilayah Tohoku utara Jepang. Jaraknya sekitar 450 km dari Tokyo, dan dengan menggunakan Shinkansen, dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Dari Bandara Internasional Sendai, jaraknya sekitar satu jam dengan menggunakan shinkansen.Β 
Ngarai Geibikei terbentuk oleh erosi Sungai Satetsu, dikelilingi oleh tebing batu setinggi lebih dari 100 meter di kedua sisinya dengan panjang sekitar 2 kilometer. Geibikei ditetapkan sebagai Monumen Alam pada 1925.Β 
Geibi dalam bahasa Jepang berarti hidung singa. Ini karena di penghujung jurang terdapat susunan batu yang menyerupai hidung singa. Selain itu, beberapa susunan batu-batu lainnya terlihat menyerupai mata, mulut, hidung, wajah manusia dan lain-lain. Sungai Satetsu dipenuhi oleh ikan. Kamu dapat membeli makanan untuk diberikan pada ikan selama perjalanan.Β 
InformasiΒ 

Alamat

Machi 467 Nagasaka, Higashiyama-cho, Ichinoseki-shi, Prefektur Iwate

Tarif

JPY 1800Β 

Akses

​​Tokyo Station – Ichinoseki Station by Tohoku Shinkansen 2 jam 30 menitΒ Ichinoseki Station –Β  Geibikei Station by JR Ofunato Line tujuan Kesennuma​​ 30 menitΒ Geibikei Station – Ngarai Geibi berjalan kaki 7 menitΒ Total: Sekitar 3 jam 7 menitΒ 

Yamagata – Ginzan OnsenΒ 

Ginzan Onsen adalah salah satu kota resort onsen terindah yang terletak di daerah pegunungan Kota Obanazawa di timur laut Prefektur Yamagata, Jepang. Dalam bahasa Jepang, Ginzan berarti gunung perak karena di wilayah ini adalah pusat penambangan perak yang terkenal berjaya pada tahun 1600-an. Ryokan yang dibangun dengan gaya arsitektur kayu di sepanjang tepi sungai memberikan nuansa klasik dan nostalgia. Pemandangan malam kota yang tertutup salju dengan lampu-lampu jalan yang menerangi

4 Destinasi yang Memesona di Tohoku Saat Musim Dingin

Musim dingin di Tohoku, Jepang, menawarkan berbagai destinasi yang memesona. Dari kuliner laut khas Miyagi berupa tiram segar yang terkenal, kemudian Ouchi-Juku di Fukushima yang masih mempertahankan suasana kota penginapan dari periode Edo. 

Tak hanya itu, Zao Snow Monsters di Yamagata menghadirkan fenomena alam yang unik berupa monster salju raksasa, dan Sendai Pageant of Light menyulap kota menjadi lautan cahaya yang indah. Berikut ini adalah 4 destinasi yang memesona di Tohoku saat musim dingin! 

Miyagi – Oysters 

Jika Kamu seorang pecinta hidangan laut, Oysters dari prefektur Miyagi di Jepang adalah salah satu yang harus Kamu cicipi. Dikenal karena memiliki kualitas tinggi dan rasa yang kaya. Tiram ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal tetapi juga telah memenangkan hati penggemar hidangan laut internasional. Dengan kombinasi air laut yang bersih. Suhu yang ideal, dan metode budidaya yang terampil, Miyagi menyuguhkan tiram dengan rasa yang luar biasa, segar, dan alami. Kamu hampir dapat dipastikan mendapatkan tiram kelas atas dari Prefektur Miyagi. 

Di Prefektur Miyagi, Pesisir Sanriku bertemu dengan laut di salah satu dari tiga daerah penangkapan ikan terbesar di dunia. Di sana, campuran arus hangat dan dingin menciptakan lingkungan yang mendukung bagi tiram, di mana mereka tumbuh dan berkembang secara perlahan. Berdasarkan Laporan Statistik Tahunan Perikanan dan Budidaya Ikan tahun 2015, Prefektur Miyagi adalah produsen tiram terbesar kedua di Jepang setelah Hiroshima. 

Jika tiram dari Hiroshima biasa dimakan matang, tiram dari Miyagi sebagian besar biasa dimakan mentah karena memiliki rasa yang segar, lembut dan kenyal. Selama musim tiram dari musim gugur hingga musim dingin, Anda dapat mencoba tiram ini di banyak restoran di Matsushima. Ketika Kamu mencoba tiram ini, satu gigitan saja Kamu dapat melupakan hidangan laut lainnya.  

Salah satu cara terbaik untuk menikmati tiram Miyagi adalah dengan mengunjungi festival tiram Matsushima, yang biasanya diadakan pada bulan Februari. Festival ini merayakan hasil panen tiram tahunan dan menawarkan kesempatan untuk mencicipi tiram segar dalam berbagai bentuk, dari tiram mentah hingga tiram panggang yang baru saja diambil dari laut. Kamu juga dapat menikmati pertunjukan lokal, demonstrasi kuliner, dan belajar lebih banyak tentang proses budidaya tiram di wilayah tersebut. 

Informasi :  

AlamatMatsuhima, Miyagi-gun, Miyagi-kenAksesTokyo Station – Sendai Station by Shinkansen 1 Jam 30 menit Sendai Station – Matsushima-kaigan by Senseki line 40 menit Total : Sekitar 2 jam 10 menit 

Fukushima – Ouchi-Juku 

Jika Kamu mencari destinasi wisata yang membawa Kamu kembali ke masa lalu Jepang, Ouchi-juku di Fukushima adalah salah satu tempat yang tidak boleh Kamu lewatkan. Ouchi-juku menjadi salah satu tempat paling ikonik di Prefektur Fukushima, menawarkan pemandangan indah, sejarah yang kaya, dan suasana yang damai. Pada zaman Edo, Ouchi-Juku adalah sebuah kota transit dan tempat peristirahatan antara Aizu dan Nikko bagi mereka yang hendak pindah kota atau yang sedang melakukan perjalanan dagang. Pemerintah Jepang melestarikan bangunan dengan nuansa pada masa Edo ini sehingga menjadi tempat wisata yang wajib Kamu kunjungi. Kamu dapat merasakan sensasi seperti perjalanan lintas waktu kembali ke masa 300 tahun yang lalu!  

Ouchi-juku, terletak di kota Shimogo, distrik minami aizu, Fukushima. Di setiap sisi jalan dipenuhi oleh bangunan-bangunan beratap jerami tradisional yang mengingatkan pada masa Edo. Terdapat pajangan yang memperlihatkan detail kehidupan pada masa itu, seperti peralatan, perapian, sehingga Kamu dapat membayangkan tentang bagaimana kehidupan pada masa itu. Sekilas seperti bangunan tradisional di Ogimachi Shirakawa-go atau Gokayama. Seluruh jaringan listrik, air, telepon tertata rapi di bawah tanah. Saat ini bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai toko cendera mata, restoran, atau penginapan. Terdapat tempat penyewaan Kimono atau Yukata baik dewasa maupun anak-anak. Sehingga, Kamu dapat berfoto menggunakan Kimono dengan latar masa lalu; sebuah frame instagramable yang sempurna untuk diabadikan. 

Ouchi-juku terkenal dengan negi soba (mie gandum dengan daun bawang). Hal yang unik dari negi soba adalah Kamu memakan mie ini bukan dengan menggunakan sumpit. Tapi, Kamu harus menggunakan daun bawang sebagai penggantinya. Ini akan menjadi challenge yang seru ketika Kamu mencicipi bersama teman atau sanak saudara! 

Ouchi-juku juga menghadirkan festival salju (Yuki Matsuri) yang biasanya berlangsung pada minggu kedua bulan Februari. lilin-lilin ditempatkan di dalam lentera salju yang berjajar di sepanjang jalan utama, menjadikan suasana Ouchi-juku tenang, damai, serta temaram cahaya memberikan kesan romantis dan historis. Selain festival salju, Kamu juga dapat menikmati ​​festival musim panas. Sebuah festival di mana penduduk lokal akan menari dengan pakaian khas masa Edo. Festival musim panas di Ouchi-juku merupakan salah satu yang tertua karena telah diselenggarakan lebih dari 800 tahun yang lalu!

Informasi :  

AlamatOuchi, Shimogo Town, Minami Aizu District, Fukushima Prefecture TarifGratisParkirMobil Standar: JPY 500Bus Mikro: JPY 1.500Bus Sedang & Besar: JPY 3.000AksesTokyo Station – Koriyama station by Shinkansen 1 jam 16 menitKoriyama Station – Aizuwakamatsu Station by JR Ban’etsu West Line 1 jam 5 menit Aizuwakamatsu Station – Yunokami Onsen Station by Aizu railway 39 menit Yunokami Onsen Station – Ouchi-juku by Bus/Taxi 20 menit Total : Sekitar 3 jam 20 menit 

Sendai – Pageant of light

Sendai Pageant of Starlight adalah salah satu pameran illumination musim dingin terbesar di Jepang yang mulai diselenggarakan sejak tahun 1986. Sekitar 450.000 lampu dipajang pada pepohonan zelkova dan menerangi sepanjang jalan Jozenji-dori, antara Taman Nishi-koen dan taman Kotodai-koen di pusat kota Sendai.

Pageant of Starlight ini menjadi momen yang dinantikan dengan penuh keceriaan. Destinasi ini sangat populer dan menjadi tempat favorit untuk menikmati kebersamaan dengan pasangan atau keluarga. Terdapat banyak kafe dan restoran untuk menghangatkan diri setelah melakukan perjalanan menyusuri jalan dan terowongan bercahaya. Beberapa malam di bulan Desember biasanya turun salju meskipun tidak terlalu lebat, ini  menyuguhkan pemandangan yang indah dan romantis. 

Informasi :  

AlamatJozenji-dori, Aoba-ku, Sendai-shi, Miyagi-kenTarifGratisAksesTokyo Station – Sendai Station by Shinkansen 1 Jam 30 menit Sendai Station – Kotadaikoen Station by Namboku Line 2 menit/15 menit berjalan kakiTotal : Sekitar 1 Jam 40 menit 

Yamagata-

Destinasi Favorit Musim Gugur Tohoku Jepang

Jika sebelumnya Kamu sudah menikmati musim gugur Tohoku dengan mengunjungi pesona air terjun, kali ini Kamu dapat menikmati pemandangan khas musim gugur pada destinasi favorit lainnya di Tohoku. Destinasi yang akan membuat musim gugur mu lebih berwarna antara lain: Naruko Gorge, Kuil Hanitsu, perjalanan perahu menyusuri sungai Mogami, Naik kereta gantung di Hakkoda, dan menikmati kuliner terkenal Harakomeshi!
Miyagi – Naruko Gorge

Naruko Gorge adalah salah satu ngarai paling indah di Tohoku, terletak di barat laut Prefektur Miyagi, sekitar 70 kilometer dari Sendai dan berada tepat di luar kota kecil sumber air panas Naruko Onsen. Setiap tahun sekitar akhir Oktober hingga awal November, ngarai ini berubah menjadi salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan warna musim gugur; merah, kuning, hijau, jingga yang berpadu dalam satuΒ frameΒ menyuguhkan keindahan musim gugur terbaik.
Ngarai ini membentang sekitar 2 kilometer dari timur ke barat. Area terbaik untuk melihat daun musim gugur berada di sekitar Narukokyo Resthouse dari anjungan pengamatan di ujung barat ngarai. Spot ini menjadi salah satu spot favorit untuk melihat pemandangan daun musim gugur lengkap dengan Jembatan Ofukazawi. Selain menjadi latar utama, Kamu pun bisa melihat pemandangan seluruh wilayah Naruko Onsen dari atas Jembatan Ofukazawi.
Di ujung timur ngarai terdapat Museum Kokeshi Jepang, yang memamerkan sejumlah boneka kokeshi dari berbagai prefektur di Wilayah Tohoku dan menyoroti perbedaan regional dalam bentuk dan desain boneka tersebut. Kamu juga dapat menyaksikan Pengrajin membuat boneka dan membelinya di toko museum. Selain itu Kamu juga memiliki kesempatan untuk mencoba melukis boneka Kamu sendiri.

Informasi :

Alamat

Hoshinuma 13-5 Narukoonsen, Ōsaki-shi, Prefektur Miyagi 989-6832

Tarif

Gratis

Akses

​​Tokyo Station – Furukawa Station by Shinkansen 2 jam 20 menit
Furukawa Station – Nakayamadaira Onsen Station by train 1 jam 10 menit
Nakayamadaira Onsen Station – Narukokyo Nakayamadaira Exit by Bus 5 menit
Total: Sekitar 3 jam 40 menit

Β 
Fukushima – Kuil Hanitsu

Kuil Hanitsu terletak di Kota Inawashiro, Prefektur Fukushima. Didedikasikan untuk Masayuki Hoshina, yang mendirikan Domain Aizu pada paruh pertama Periode Edo. Hoshina Masanobu, seorang leluhur para penguasa feodal dari Domain Aizu dijadikan objek pemujaan di Kuil Hanitsu. Sejarah 400 tahun bermula dari periode Edo yang dimiliki kuil ini memancarkan nuansa suci yang dapat dirasakan di seluruh kompleksnya sehingga menarik minat para penggemar sejarah dan penggemar Domain Aizu. Sorotan utama kuil ini termasuk Kame-ishi, salah satu monumen batu terbesar di Jepang, dan kuburan yang ditetapkan sebagai Situs Sejarah Nasional untuk klan Matsudaira, yang pernah memerintah Domain Aizu. Kuil ini juga terkenal sebagai destinasi untuk melihat dedaunan musim gugur dan mengadakan festival dedaunan musim gugur.
Selama musim gugur, daun-daun yang jatuh dari pepohonan maple terhampar di halaman Kuil terlihat seperti karpet merah terang yang indah. Waktu terbaik untuk melihat daun musim gugur adalah dari akhir Oktober hingga pertengahan November. Banyak wisatawan dan fotografer datang ke Kuil Hanitsu pada musim gugur untuk hunting foto dan mengabadikan pemandangan ini dalam foto-foto mereka. Selama festival musim gugur, toko kue dumpling dan berbagai gerai lainnya didirikan di halaman kuil. Pemandangan indah dari daun maple yang berwarna-warni dan dedaunan lainnya sangat mengesankan.
Kuil ini memiliki daya tarik tersendiri pada setiap musim. Dari akhir April hingga awal Mei, ketika bunga sakura bermekaran, kuil ini ramai dengan orang-orang yang menikmati hanami (melihat bunga sakura). Daun berwarna-warni di musim gugur, dan gerbang torii putih murni adalah pemandangan yang indah sepanjang tahun, menjadikan Hanitsu Shrine destinasiΒ InstagramableΒ bagi banyak wisatawan.
Informasi :

Alamat

3,Mineyama, Inawashiro-machi, Yama-gun, Prefektur FukushimaΒ  969-3102

Tarif

Gratis

Akses

​​Tokyo Station – Inawashiro Station by Shinkansen 2 jam
Inawashiro Station – Hanitsu Shrine by Taxi 10 menit
Total : 2 jam 10 menit

Β 
Yamagata – Perjalanan Perahu Menyusuri Sungai Mogami

Sungai Mogami terkenal di seluruh Jepang karena disebutkan dalam puisiΒ β€œSamidare wo/atsumete hayashi/Mogamigawa” oleh master Haiku terkenal, Basho Matsuo. Basho Matsuo menciptakan puisi hidup ini saat menyusuri sungai menggunakan perahu, menggambarkan aliran cepat Sungai Mogami setelah hujan musiman yang panjang. Sungai Mogami adalah salah satu dari tiga sungai dengan aliran tercepat di Jepang, dan ditetapkan sebagai taman alam prefektur Yamagata.Β 
Pada zaman dahulu, sungai Mogami adalah jalur ekonomi utama Jepang utara yang mengangkut bunga safflower menuju ke Kyoto. Sungai ini menarik perhatian pengunjung dengan berbagai pemandangan yang indah pada setiap musim yang ditawarkan sepanjang tahun. Bunga sakura liar yang berwarna pink cerah sangat indah pada awal Mei. Angin segar dapat dinikmati saat musim panas mencapai puncaknya dari akhir Mei hingga awal Juni. Dari akhir Oktober hingga akhir November, pemandangan pegunungan sekitar yang dihiasi pohon-pohon dengan warna-warna hangat musim gugur yang tercermin di air seperti lukisan panorama yang hidup. Sementara pemandangan musim dingin yang bersalju dari akhir Desember hingga Februari menciptakan keindahan elegan dan sederhana yang mengingatkan pada lukisan tinta Jepang tradisional.Β 
Selain pemandangan yang indah, nyanyian tradisional yang mengiringi perjalanan dari para pengemudi perahu dan percakapan yang penuh keramah tamahan dalam dialek lokal menambah kesan yang berbeda. Pengunjung yang beruntung berkesempatan menemukan beberapa pengemudi perahu bernyanyi untuk penumpang dalam bahasa mereka sendiri. Bento kotak makan siang tersedia, termasuk hidangan khas lokal seperti hot pot Imoni dan ikan Ayu panggang dengan garam, yang dikenal sebagai β€œRatu Ikan Air Tawar” (reservasi sebelumnya diperlukan). Nikmati keindahan pemandangan sungai dan hidangan khas lokal sambil berada di atas perahu!
Sungguh sebuah perjalanan perahu yang berkesan dimana Kamu dapat menikmati keindahan pedesaan jepang dengan menyusuri lembah indah di sungai Mogami. Kamu benar-benar akan merasakan ketenangan menyatu dengan alam.
Informasi :

Alamat


Search

Millions of experiences. One simple search.

Filter