Liburan ke Jepang sering kali identik dengan kuliner yang unik. Mulai dari dessert matcha yang lembut, wagashi yang artistik, hingga aneka street food musiman yang menggoda selera. Saat bepergian, mencoba makanan baru adalah bagian dari keseruan itu sendiri. Namun di balik pengalaman kuliner tersebut, keseimbangan metabolisme tubuh, terutama kadar gula darah, kerap terabaikan.
Perubahan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari, peningkatan asupan gula, serta jam makan dan istirahat yang berbeda dari rutinitas normal dapat memengaruhi keseimbangan kadar gula darah. Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat atau sudah hidup dengan diabetes, perubahan ini bukan sekadar hal kecil, melainkan kondisi yang perlu diperhatikan dengan lebih serius agar dapat bepergian dengan nyaman dan terkendali.
Mengapa Diabetes Perlu Diwaspadai?
Diabetes adalah kondisi ketika tubuh mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah. Yang membuat diabetes berbahaya adalah sifatnya yang sering berkembang secara perlahan dan tanpa gejala jelas di tahap awal. Banyak orang merasa baik-baik saja, dan baru menyadari adanya gangguan kesehatan setelah kondisinya memasuki tahap yang lebih serius.
Gaya hidup modern juga berperan besar dalam meningkatkan risiko diabetes. Konsumsi gula berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, stres, serta jam tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh. Saat traveling, perubahan ini sering kali semakin terasa karena lebih banyak makan di luar, mencoba makanan manis, kurang beristirahat, dan memiliki jadwal yang padat.
Traveling dan Perubahan Pola Hidup
Berlibur berarti keluar dari rutinitas sehari-hari, sehingga pola makan menjadi lebih fleksibel dibandingkan biasanya. Di Jepang sendiri, pilihan kuliner sangat beragam, mulai dari makanan tradisional yang sehat hingga dessert modern dengan kandungan gula yang tinggi.
Meski demikian, menjaga keseimbangan tetap memungkinkan selama bepergian. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengatur porsi makan
- Memilih makanan yang mengandung protein dan serat
- Tetap aktif berjalan kaki (yang sebenarnya relatif mudah dilakukan di kota seperti Tokyo)
- Beristirahat dengan cukup
Namun bagi sebagian orang, terutama yang ingin menjaga keseimbangan tubuh selama berada di luar negeri, pemeriksaan atau perawatan pendukung dapat menjadi pilihan yang bijak.

Wellness Tourism: Menggabungkan Liburan dan Kesehatan
Salah satu klinik yang berada di kawasan premium Ginza, Tokyo adalah ReM Clinic Ginza, yang berfokus pada pendekatan regenerative medicine. Pendekatan ini bertujuan membantu tubuh mengoptimalkan kemampuan alaminya untuk memperbaiki dan memulihkan fungsi sel maupun jaringan yang mengalami penurunan. Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang aktif mengembangkan bidang ini dengan regulasi dan standar yang ketat.
Dengan lingkungan yang privat dan pelayanan yang terstandar, ReM Clinic Ginza menjadi salah satu pilihan bagi pasien internasional yang mencari dukungan perawatan kesehatan selama berada di Tokyo. Lokasinya yang strategis di pusat kota memudahkan akses tanpa mengganggu agenda perjalanan.
Exosomes (EXO Premium Stem Cell Extractâ„¢)
Infus perbaikan diabetes berbasis eksosom yang berperan mendukung proses perbaikan alami tubuh. Terapi ini bukan pengganti insulin, namun pendekatan regeneratif untuk memperbaiki sel pankreas yang lelah dan sel tubuh yang resisten terhadap insulin, dengan mengaktifkan mekanisme pembersihan sel (autofagi) alami tubuh. Treatment ini diproses di fasilitas khusus di Jepang dengan standar kualitas yang terjaga.
Terapi ini ditujukan sebagai dukungan untuk berbagai kondisi kesehatan, antara lain:
- Gangguan metabolik seperti diabetes
- Masalah sendi dan nyeri kronis
- Gangguan saraf tertentu
- Perawatan umum seperti kesehatan kulit dan rambut
Pendekatan ini bukan pengganti pengobatan utama, melainkan bagian dari upaya suportif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Perjalanan Berkualitas dengan Kesehatan Terjaga
Menikmati kuliner Jepang tentu menjadi bagian dari pengalaman berharga. Di saat yang sama, memperhatikan kesehatan juga merupakan bagian dari perjalanan yang terencana.
Perjalanan terbaik bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang pulang dalam kondisi sehat.