Jepang
Ingin Lebih Mengenal Suku Ainu? Cobalah Datang ke Museum Porotokotan di Hokkaido
2015-10-22 09:27:37
HIS Travel

Bagi kamu yang menyukai sejarah dan budaya, datang ke Hokkaido merupakan suatu kewajiban jika ingin mengetahui ras penduduk pertama yang konon menempati Jepang. ras tersebut bernama “Ainu”.

Image source : http://zoomingjapan.com

Ras yang telah menghuni Hokkaido, Tohoku Utara, Kepulauan Kurile, dan Sakhalin jauh sebelum ras Yamato (anak-anak matahari, awal mula orang Jepang) memperluas wilayahnya sampai ke utara Jepang.

Ainu artinya adalah manusia, yang dalam bahasa Ainu sendiri diyakini berasal dari bentuk leluhur kata Ainu Sakhalin modern enciw atau enju, yang juga berarti “manusia”. Asal-usul suku Ainu belum sepenuhnya diketahui. Mereka sering kali dianggap Jomon Jin atau penduduk Jepang yang berasal dari zaman Jomon, zaman dimulainya peradaban di Jepang.

Suku Ainu tampak menonjol karena begitu berbeda dengan orang Jepang pada umumnya. Tubuh mereka gempal kuat dan proposional, tulang pipi tinggi dengan hidung pendek, wajah lebar dan rambut lebat berombak serta memiliki mata coklat gelap. Sesuai dengan tradisi, suku Ainu pria tidak mencukur kumis dan jenggot mereka sampai periode tertentu, sehingga ciri fisik pria disana memiliki wajah dengan kumis dan jenggot yang lebat. Sementara rambut pria dan wanita suku Ainu sama-sama dipotong sebahu. Bedanya, para wanita suku Ainu kerap mentato mulut (iya, mulut!), lengan dan dahi mereka.

Bagi kamu yang penasaran seperti apa kebudayaan, kehidupan sosial, bahkan rumah adat dari suku Ainu, kamu bisa berkunjung ke daerah Porotokotan. Porotokotan berarti “kampung di tepi danau”. Ya, museum berupa replika perkampungan itu memang berada di tepi Danau Poroto.

Museum di Porotokotan atau disebut Shiraoi Ainu Museum terdiri atas lima rumah yang menunjukkan perbedaan aspek dari kehidupan dan budaya Ainu.

Di Porotokotan dapat kamu temui pertunjukan tari dan nyanyi serta alat musik tradisional di antaranya permainan Tonkori, alat musik petik seperti harpa dengan lima dawai.

Image source : http://taketori-omi.jugem.jp

Salah satu tarian tradisional suku Ainu, Iyomanterimse, yang merupakan tarian melepas arwah beruang menuju surga, telah diakui sebagai kekayaan budaya oleh UNESCO pada 2009. Pertunjukan itu digelar di salah satu dari lima rumah yang terdapat di kampung museum tersebut.

Museum tersebut memuat diorama sejarah suku Ainu beserta beberapa benda kuno peninggalan masa lalu.

Protokotan berada di distrik Shiraoi, sekitar 100 kilometer selatan Sapporo, membuat pelancong dapat melihat sisi lain dari Jepang. Tempat ini dapat dijangkau dengan bus maupun kereta.

Saat ini, populasi suku yang berbeda dengan etnik Jepang itu sudah semakin menipis jumlahnya, dan kebanyakan tinggal di Hokkaido. Oleh sebab itu, keberadaan museum ini salah satunya adalah untuk melestarikan budaya dan nilai-nilai leluhur yang sudah ada lama sekali di Hokkaido.

Dengan hanya membayar 800 yen, kamu dapat merasakan suasana kehidupan di desa kecil suku Ainu dengan rumah-rumah dan banyak sekali gantungan salmon kering dimana-mana!

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

https://his-travel.co.id/japan-tour-hanavi

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Image source : http://forumspp.vr-zone.net/