Food
Olahan Serangga Goreng, Kuliner Ekstrim Khas Thailand
2017-08-14 08:39:10
HIS Travel

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Thailand tanpa menyicipi kuliner ekstrim serangga goreng. Yup, serangga yang digoreng adalah salah satu makanan yang mudah ditemukan di Thailand. Untuk sebagian besar penduduk Thailand, olahan serangga dianggap seperti makanan ringan yang dinikmati sembari minum bir. Berani mencobanya?

Olahan Serangga Khas Thailand

Serangga yang diolah untuk kemudian dikonsumsi masih dianggap aneh dan menjijikkan bagi sebagian orang. Walaupun memiliki nilai gizi tinggi karena kaya protein dan memberi manfaat untuk kesehatan, tetap saja membutuhkan nyali yang besar untuk menikmati makanan yang satu ini. Namun di Thailand dan Kamboja, olahan serangga ternyata sangat disukai. Buktinya, olahan serangga menjadi primadona di beberapa kawasan kuliner.

image source: nydailynews.com

 

Tak hanya dijual sebagai kudapan, serangga goreng di Thailand juga laris dipesan untuk acara pesta. Misalnya pesta perkawinan ataupun acara reuni keluarga. Serangga-serangga tersebut bisa didapatkan dengan mudah di halaman rumah penduduk ataupun di kebun. Sebagian penduduk Thailand juga membudidayakannya.

Cara mengolah aneka serangga ini pun terbilang gampang. Serangga yang sudah dikumpulkan, direndam dalam air yang telah dicampur garam dan beberapa bumbu dapur lainnya. Setelah didiamkan beberapa saat, serangga tersebut siap digoreng di atas kompor tradisional yang menggunakan bahan bakar kayu bakar ataupun batu bara.

Khususnya di Thailand, kamu bisa menemukan olahan serangga di Sapan Hin Park Phuket. Kawasan kuliner ini dianggap memiliki kualitas pengolahan serangga yang terbaik sehingga banyak dikunjungi wisatawan. Para penjual serangga biasanya menyajikan serangga goreng yang diberi bumbu bubuk lada dan saos khas Thailand, Golden Mountain. Harga olahan serangga goreng ini terbilang cukup murah, mulai dari 20 baht sekantong kecil.

image source: pinimg.com

 

Selain di Sapan Hin Park Phuket, berbagai olahan serangga juga bisa diperoleh di Khaosan Road dan pasar malam Chiang Rai. Jenis serangga yang disajikan sangatlah beragam mulai dari jangkrik, belalang, ulat hingga kalajengking. Aneka serangga ini umumnya digoreng hingga kering sehingga terasa garing dan renyah.

Tak hanya di spot-spot kuliner, aneka olahan serangga juga dapat dibeli di bazar-bazar yang diadakan kuil. Bazar yang biasanya diadakan setahun sekali ini diadakan untuk membantu kuil-kuil mendapatkan dana. Selain menjual olahan serangga dan makanan khas Thailand, mereka juga menjual aneka kebutuhan. Di bazar ini pula kamu bisa melihat kehidupan dan kebudayaan Thailand yang sesungguhnya. Berikut ini beberapa olahan serangga khas Thailand.

Non Pai

Dalam Bahasa Thailand, Non Pai mengandung arti ulat bambu. Serangga yang satu ini memiliki rasa yang paling gurih jika dibandingkan dengan jenis-jenis serangga lainnya. Sekilas rasanya seperti jagung dengan serat-serat yang lembut. Ulat bambu ini diolah dengan cara digoreng kemudian ditambahkan dengan saus khas Thailand, Thai Golden Mountain Sauce dan bubuk lada. Non Pai bisa dimakan sebagai kudapan atau dinikmati sambil minum bir.

Jing Leed

Jing Leed atau olahan jangkrik ini menyajikan jangkrik dengan ukuran yang cukup besar yakni 3cm – 3,5cm. Jangkrik-jangkrik pilihan ini digoreng dan dibumbui. Olahan jangrik ini semakin lezat jika disantap dengan saos cabe ataupun saos tomat. Makanan khas Thailand jing leed ini juga dikenal dengan nama ging reed.

Non Mai Non

Non Mai Non tak lain adalah ulat kayu. Ulat kayu ini memiliki kulit yang lembut dan berubah menjadi krispi setelah digoreng. Cara mengolahnya tak berbeda dengan jenis serangga lainnya. Cukup digoreng hingga kering lantas ditambahkan dengan bubuk lada dan saus khas Thailand, saus Golden Mountain.

Tak Ga Tan

Olahan belalang yang bernama Tak Ga Tan ini biasanya dinikmati sambil diselingi minum bir. Belalang ini memiliki beragam ukuran antara 2cm hingga 3,5cm. Para petani mengenal serangga ini sebagai hama yang merusak tanaman padi. Para petani mendapati hama ini memiliki rasa yang gurih sehingga mereka mulai menangkap, mengumpulkan lalu menjualnya. Seperti halnya Jing Leed, belalang-belalang ini diolah dengan cara digoreng dan dibumbui lalu disantap dengan saos.

Maengda

Serangga air yang satu ini berukuran cukup besar, sekitar 8 cm. Sepintas, bentuk serangga air ini terlihat seperti kecoak. Karena ukurannya yang besar, tak semua orang bernyali mencicipi kuliner serangga yang satu ini. Sajian maeng da ini biasanya diolah dengan cara digoreng kering ataupun direbus lantas diberi garam untuk menambah rasa.

Untuk menikmati maeng da ini, cukup tarik hingga lepas sayap-sayapnya. Kemudian pisahkan antara tubuh serangga dan kepala. Kemudian nikmati seluruh daging yang terdapat di bagian tubuh serangga. Daging serangga ini terbilang cukup lezat seperti telur dadar dengan cita rasa kayu manis yang kuat. Selain bagian tubuh serangga, bagian kepalanya juga bisa dimakan. Rasanya seperti kepiting dengan rasa kayu manis yang kuat.

Serangga air yang disebut Maengda dengan cita rasa kayu manis yang khas ini juga diolah menjadi pasta dengan beberapa bumbu tambahan seperti cabe kering, gula saus ikan, garam dan beberapa bahan lainnya. Olahan pasta dari bahan serangga ini dikenal dengan nama Namprik dan dikemas dalam wadah kaca seperti wadah selai. Pasta ini bisa ditambahkan pada sayuran yang sudah direbus ataupun dimakan dengan nasi khas Thailand.

image source: www.loupiote.com

 

Nah, itulah beberapa makanan khas Thailand dengan bahan utama aneka serangga. Banyak wisatawan yang penasaran dengan rasanya dan tertarik untuk mencicipi. Banyak pula yang hanya berebut mengambil foto tapi tak punya cukup nyali untuk memakannya. Bagaimana dengan kamu? Berani coba?

H.I.S Tours & Travel memiliki 279 cabang yang siap memberikan pelayanan terbaik untuk kamu. Serahkan perjalanan kamu ke Thailand pada H.I.S!

top image source: thailandtourism.biz