People & Culture
Selain Menikmati Alam, Jangan Lupa Untuk Sekaligus Menikmati Seni Teater Tradisional Jepang, Kabuki.
2015-10-23 09:13:06
HIS Travel

Bila kamu datang ke Jepang, pasti ada banyak sekali yang ingin kamu nikmati ketika berada di sana. Jepang, sebagai negara maju dengan teknologinya yang serba canggih, masih tetap mempertahankan nilai-nilai budaya tradisionalnya. Jalan-jalanmu ke Jepang tidak akan lengkap jika kamu tidak melihat salah satu kesenian tradisionalnya. Salah satu yang harus kamu lihat adalah Kabuki.

Sejarah Kabuki

Kabuki merupakan salah satu kesenian tradisional Jepang yang berbentuk drama klasik. Awalnya, kabuki muncul pada awal abad ke 17 oleh seorang wanita bernama Okuni. Okuni berasal dari Kuil Izumo. Okuni membentuk kelompok penyanyi dan penari untuk menyelenggarakan pertunjukan seni dalam rangka mencari dana untuk Kuil Izumo. Kelompok ini berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lainnya hingga sampailah ke kota. Atas undangan Shogun Tokugawa, maka untuk pertama kalinya mereka melakukan pertunjukan seni di atas panggung di dalam kompleks istana kaisar di Kyoto.

Mulanya semua pemain kabuki adalah wanita (Onna Kabuki, yang dimainkan oleh wanita penghibur), namun dalam perkembangannya terjadi praktek prostitusi terselubung akhirnya Shogun Tokugawa melarang pemain wanita sehingga berkembanglah Wakashu Kabuki yang dimainkan oleh pemain muda laki-laki. Praktek prostitusi terselubung pada Wakashu Kabuki juga masih terjadi akibatnya pertunjukan Yaro Kabuki yang dimainkan oleh pria dewasa diciptakan dan terus berkembang hingga sekarang.

Image source : http://www.kabuki-bito.jp/

Jenis Kabuki

Pada awal perkembangannya kabuki memiliki 2 jenis pementasan; kabuki-odori dan kabuki-geki. Yang membedakan dua jenis kabuki ini adalah gaya unsur cerita dalam kabuki-geki, sedangkan kabuki-odori hanya ditampilkan tarian dan nyanyian. Namun karena pengaruh dari keshogunan Edo yang berkuasa saat itu mewajibkan kelompok drama kabuki meniru kyogen, kesenian yang memanggungkan drama, kabuki-odori pelan-pelan menghilang sedangkan kabuki-geki semakin berkembang.

Kebijakan tersebut merupakan upaya keshogunan untuk menjaga moral rakyat. Karena itu, kabuki-geki didorong utuk menjadi kesenian yang memiliki kelas dan kehormatan. Salah satunya dengan memasukkan unsur cerita klasik kepahlawanan yang kharismatik. Kabuki semacam ini kemudian dikenal dengan kabuki-kyogen.

Unsur-Unsur Kabuki

Dalam pementasan kabuki terdapat berbagai macam unsur yang menunjang pementasan tersebut. Yaitu: Tari, Musik, Panggung, Gaya Acting Kabuki, Yakugara, Cerita, Dialog, Make-up dan Kostum. Perpaduan dari berbagai unsur-unsur tersebut yang menentukan keberhasilan pementasan kabuki.

Image source : http://fukuinavi.jp/

Salah satu yang menjadi ciri khas dari kabuki adalah make-up dan kostum yang digunakan dalam pementasan yang terbilang mencolok. Namun hal tersebut disesuaikan dengan karakter dan peran yang dimainkan oleh masing-masing pemain.

Meskipun kabuki hanya dimainkan oleh pria dewasa, bukan berarti tidak ada peran wanita dalam kabuki, lho. Pembagian peran dalam kabuki terbagi dalam tiga kategori. Peran wanita (onnagata), peran pria (tachiyaku), dan peran jahat (katakiyaku).

Image source : https://www.ozmall.co.jp/

Peran-peran tersebut memainkan berbagai gaya acting. “Aragoto” atau gaya kasar adalah gaya yang bombastis / akting yang berlebihan. Biasanya gaya akting tersebut digunakan untuk karakter berkekuatan super. Sedangkan gaya acting “wagoto” merupakan gaya kabuki yang lemah lembut berlawanan dengan gaya aragoto. Gaya bicara dan gesture peran wagoto kebih realistis dan lembut dibandingkan watak aragoto.

Saat ini, teater kabuki masih cukup populer di kalangan masyarakat Jepang. Kabuki antara lain dimainkan untuk kepentingan pariwisata sebagai bukti pencapaian budaya tradisional Jepang yang terus didukung oleh generasi muda Jepang. Selain itu kabuki sudah ditetapkan ke dalam 43 karya maestro warisan budaya dunia yang tak ternilai oleh UNESCO sejak tahun 2005.

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

http://his-travel.co.id

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Image source : http://www.piccadilly-nagoya.jp/