Info Muslim
Pintar Memilih Panganan Halal di Jepang
2017-07-25 07:25:26
HIS Travel

Secara umum, masyarakat Jepang merupakan lingkungan yang toleran terhadap keberagaman agama, termasuk Islam; tetapi masih terdapat pemahaman yang belum sempurna didalamnya. Selain itu terdapat kekurangan fasilitas dan pelayanan yang berkaitan dengan turis-turis Islam. Namun dengan meningkatnya jumlah turis Islam, pemerintah Jepang berusaha keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendukung. Benar saja, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan yang signifikan terhadap fasilitas untuk umat muslim di Jepang, terbukti dengan dibangunnya masjid-masjid di daerah wisata dan ketersediaan makanan halal yang cukup. Namun, masih sering ditemukan adanya usaha-usaha yang mempelajari pembuatan makanan halal secara otodidak. Dan akibatnya, banyak restoran dan kedai yang menyajikan makanan “halal” namun dalam pengolahannya masih belum mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam ajaran agama Islam.

imagesource : www.ndtv.com

Ketersediaan Makanan Halal di Jepang

Banyak restoran halal di Jepang masih menyediakan minuman beralkohol, karena mereka akan sulit bersaing dengan restoran-restoran lainnya apabila tidak melakukan hal tersebut. Dan ada beberapa restoran yang melabeli dirinya “restoran halal” dan selain menu-menu yang lazim ditemui di restoran Jepang lainnya, restoran ini juga menawarkan menu-menu makanan halal; Namun, besar kemungkinan pengolahan “makanan halal” ini diolah pada dapur yang sama dengan pengolahan makanan biasa (yang memiliki kemungkinan mengandung bahan-bahan yang tidak halal). Solusinya, kamu dapat menanyakan secara langsung mengenai proses pengolahan makanan kepada pegawai atau pemilik restoran; yang dengan senang hati menjelaskannya kepada kamu.

imagesource : intergalacticyeah.wordpress.com

Restoran halal sendiri lazim ditemukan pada bandara-bandara besar dan hotel-hotel kenamaan, walaupun beberapa diantaranya memerlukan pemberitahuan dan pemesanan beberapa hari sebelumnya untuk mempersiapkan makanan halal. Opsi yang dapat kamu pilih apabila kamu tidak melakukan reservasi sebelumnya adalah mengunjungi restoran-restoran yang secara khusus menyajikan makanan-makanan dari Asia Tenggara atau dari Timur Tengah; seperti Iran, Malaysia, Bangladesh, Turki, India, dan Indonesia. Restoran-restoran tersebut seringkali menyediakan makanan-makanan yang halal. Tidak hanya itu, apabila kamu mengunjungi restoran vegetarian, kemungkinan besar kamu dapat menemukan makanan halal dalam menu yang mereka tawarkan.

imagesource : jp-gate.com

Semakin jauh jarakmu dari kota-kota besar, restoran halal akan lebih sulit dijumpai dalam perjalananmu. Untuk mengatasinya, kamu dapat mengujungi beberapa supermarket di kota-kota besar untuk mendapatkan produk-produk makanan yang halal; seperti daging halal beku maupun olahan makanan halal yang dibekukan. Kebanyakan ruangan-ruangan hotel di Jepang memfasilitasi para pengunjung dengan keberadaan dapur didalamnya, sehingga kamu dapat memasak bahan-bahan makanan halal yang sudah kamu beli. Pertimbangkan juga untuk membawa mie instan untuk berjaga-jaga apabila tidak ada panganan halal yang kamu temui di perjalananmu menuju tempat wisata.

 

Produk Olahan Kuliner Jepang

imagesource : japan-guide.com

imagesource : sakura.ne.jp

Kebanyakan masakan Jepang dan makanan siap saji yang disediakan pada usaha kelontong waralaba terlihat halal, namun dapat mengandung bahan-bahan yang tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Kuliner populer Jepang seperti sushi dapat mengandung mirin (minuman beralkohol dari beras) dan dicampur dalam nasi yang digunakan. Sementara itu, mie Ramen dan olahan daging lainnya dapat mengandung daging babi, pengawet, mirin, sake, dan lemak hewani. Olahan kuliner berbahan dasar sayuran seperti acar, sup, roti, dan beberapa makanan pencuci mulut juga memiliki kemungkinan mengandung alkohol, gelatin yang haram, margarin dari lemak hewani dan bahan haram lainnya.

Namun, kamu tidak perlu berkecil hati, karena beberapa usaha-usaha restoran telah menyediakan menu dengan daftar bahan yang lengkap. Dari sana kamu dapat menimbang dan menyeleksi bahan-bahan mana saja yang halal dan haram. Apabila tidak ada sekalipun dalam menu, kamu dapat menanyakan secara langsung kepada pegawai atau pemilik restoran secara langsung.