Food
Penasaran Seperti Apa Makanan di Pesawat?
2016-12-06 10:28:54
HIS Travel

Pesawat terbang kini memang menjadi moda transportasi utama jika ingin berkunjung ke luar negeri maupun dalam negeri. Selain masalah keselamatan, fasilitas makanan di dalam pesawat juga menjadi faktor yang penting dalam perjalanan. Terlebih untuk penerbangan jarak jauh yang bisa memakan waktu lebih dari 3 jam, tidak ada makanan akan membuat daya tahan tubuh berkurang.

Namun tidak semua penerbangan menyediakan makanan secara gratis, ya. Untuk beberapa maskapai, terutama maskapai yang menawarkan budget yang rendah, kamu akan dikenakan biaya tambahan apabila ingin memesan makanan untuk penerbangan yang akan kamu ambil.

Kini, sebagai salah satu fasilitas terpenting selama di perjalanan, banyak maskapai penerbangan yang semakin meningkatkan kualitas dan rasa dari makanan yang dimiliki. 

Inilah beberapa makanan yang disediakan oleh penerbangan.

Japan Airlines

Cathay Pasific

Sumber : https://travel.detik.com/ 

Airasia

Sumber : http://www.flyertalk.com/ 

Garuda Indonesia

Sumber : http://tendtotravel.com/ 

ANA

Sumber : https://commons.wikimedia.org/ 

Ketika kamu memakan berbagai masakan tersebut, menurutmu bagaimana rasanya? Tidak sesedap jika makan di darat?

Tahukah kamu, kalau ternyata indra perasa pada lidah akan jauh berkurang ketika berada jauh di atas awan. Melalui bcc.com, Direktur In-Flight Dining & Retail di American Airlines, Russ Brown mengatakan, bahwa kuncup lidah dan indera pencium merupakan dua hal pertama yang hilang pada ketinggian 30.000 kaki.  

“Rasa adalah kombinasi keduanya, dan persepsi kita tentang rasa asin dan manis turun ketika berada di ruang bertekanan udara.”

Melalui bcc.com, berdasarkan penelitian dari Institut Fraunhofer, dikatakan bahwa ketika menginjakkan kaki di pesawat, atmosfir di dalam pesawat pertama kali mempengaruhi indera perasa. Kemudian, ketika pesawat menjelajah lebih tinggi, tekanan udara turun dan tingkat kelembaban di kabin berkurang tajam. Pada ketinggian 30.000 kaki, kelembaban akan kurang dari 12%, yang mana lebih kering jika dibandingkan dengan sebagian besar gurun pasir. Kombinaasi antara kondisi kering dan tekanan rendah akan menurunkan sensitivitas kuncup lidah untuk makanan manis dan makanan asin sekitar 30%!

Untuk menyiasati masalah tersebut, maskapai penerbangan harus menambah jumlah garam dan bumbu yang digunakan, lebih banyak dibandingkan volume yang digunakan di restoran.

Selain rasa, makanan baru dirasa lezat apabila disajikan dalam keadaan hangat, bukan?

Untuk menjaga keselamatan, semua maskapai penerbangan tidak diperbolehkan untuk menggunakan microwave dan kompor terbuka. Sebagai gantinya, mereka menggunakan oven konfeksi yang mengeluarkan udara panas dan kering ke arah makanan.