City Travel
Pakaian Adat di Thailand Rancangan Ratu Sirikit
2017-10-17 10:21:14
HIS Travel

 

Pada awalnya, Thailand tidak memiliki busana tradisional. Lalu semuanya berubah ketika pada tahun 1960, Raja Bhumibol Adulyadej melakukan perjalanan ke sebagian negara Eropa dan juga ke Amerika Serikat. Ratu Sirikit yang menemani perjalanan tersebut memutuskan bahwa Thailand membutuhkan busana tradisional untuk dikenakan saat berkeliling dunia.

https://www.tumblr.com/search/thai%20folk

Ratu Sirikit kemudian membuat beberapa desain busana tradisional. Akhirnya pada tahun 1964, diluncurkan secara resmi busana tradisional Thailand yang disebut Chut Thai. Ada 8 Chut Thai yang berbeda untuk kaum wanita dan satu busana untuk kaum pria yang disebut phraratchathan.

Ruean Ton

Busana untuk wanita ini terbilang paling casual di antara busana-busana tradisional Thailand lainnya. Bawahan busana ini terdiri dari selembar sarung atau yang disebut Bha Sin dari bahan katun atau sutera dengan motif garis-garis horizontal ataupun vertikal. Sarung ini panjang hingga mata kaki dan dilipat ke satu arah. Sedangkan atasannya berupa blouse dengan warna yang senada dengan sarung atau bisa juga dengan warna yang kontras. Atasan berupa blouse ini memiliki lima buah kancing depan dan tanpa kerah. Busana ini biasanya dikenakan pada acara-acara yang tidak resmi.

http://ccasean.net/popular-cultures/ruean-ton/

Chit Lada

Busana tradisional Thailand ini biasanya dikenakan di siang hari. Misalnya saja dikenakan sebagai busana untuk penjemputan tamu di bandara. Modelnya mirip dengan Ruean Ton. Hanya saja ditambahkan brokat pada keliman sarung. Sedangkan atasannya masih berupa blouse dengan lengan panjang. Blouse ini memiliki lima kancing depan yang terbuat dari perak atau warna keemasan. Kaum wanita yang mengenakan Chit Lada tak perlu menambahkan hiasan lagi. Sedangkan warna busana Chit Lada bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Amarin

Busana untuk kaum wanita ini tersebut dari bahan brokat dan biasanya dipilih sebagai busana malam hari. Misalnya saja untuk dikenakan saat acara makan malam. Untuk atasannya masih berupa blouse dengan lengan yang panjang. Beberapa aksesoris bisa ditambahkan agar busana ini terlihat semakin indah.

Borom Bhiman

Busana wanita Borom Bhiman juga menjadi pilihan busana di malam hari. Atasan Borom Bhiman berupa blouse berlengan panjang dengan kancing di depan atau bisa juga di belakang. Blouse ini bagian bawahnya dimasukkan ke dalam lilitan sarung. Bahan yang digunakan adalah bahan brokat sehingga terlihat mewah. Sedangkan bawahannya berupa rok panjang dari bahan sarung. Atasan dan bawahan busana ini dijahit menjadi satu. Busana Borom Bhiman ini cocok dikenakan oleh wanita yang bertubuh tinggi semampai. Biasanya busana ini dikenakan pada acara-acara formal dan semi formal.

Chakkri

Busana yang satu ini berkesan elegan dan formal. Kaum wanita yang mengenakannya akan terlihat anggun dan berkelas. Bawahan yang digunakan masih berupa sarung tetapi dengan dua lipatan. Sementara atasannya merupakan perpaduan antara brokat dan sulaman dengan tambahan selendang yang panjang menjuntai. Atasan busana inilah yang memberi kesan elegan dan sekaligus menampilkan keindahan.

Chakkrabhat

Model busana ini mirip dengan model busana Chakkri. Atasan busana ini dilengkapi dengan selendang yang panjang menyamai panjang rok bawahannya. Bedanya, model busana Chakkrabhat berkesan lebih kuno dan lebih formal. Selendang yang dikenakan memiliki lipatan dan terbuat dari bahan yang lebih tebal serta dipenuhi dengan sulaman. Biasanya busana ini dikenakan pada acara-acara kerajaan dan upcara-upacara nasional.

Siwalai

Model busana Siwalai ini sedikit mirip dengan model busana Borom Bhiman. Perbedaannya terletak pada adanya tambahan selendang yang diletakkan di bagian bahu. Selendang ini menutup salah satu bahu dan menjuntai hingga ke lantai. Dengan tambahan selendang ini, maka kesan mewah segera saja terlihat. Karena itu pula, busana ini biasanya dikenakan pada acara-acara kerajaan dan acara resmi lainnya.

https://www.tumblr.com/search/thai%20folk

Dusit

Model busana wanita ini mirip dengan model busana malam ala barat. Atasannya berupa blouse berkerah bulat yang dibuat cukup lebar dan rendah serta tanpa lengan. Bahan yang digunakan untuk atasannya berupa bahan bersulam yang memberi kesan mewah. Bawahan blouse ini berupa sarung yang berwarna keemasan atau keperakan.

Prayook

Model busana ini merupakan modifikasi dari model busana Chakkri. Bagian atas busana dibuat tanpa lengan dengan satu bahu saja. Sedangkan satu bahu lainnya dibiarkan terbuka. Bawahan blouse ini berupa sarung dengan lipatan di bagian depan dan dilengkapi pula dengan pengikat pinggang tradisional khas Thailand.

Phraratchathan

Busana kaum pria yang disebut Phraratchathan ini biasanya dipadukan dengan celana panjang bergaya Eropa atau dengan celana khas Thailand. Celana khas Thailand yang disebut Chong Kraben ini berupa selembar kain dengan panjang kurang lebih 3 meter yang dililitkan dipinggang dan di antara kedua kaki sedemikian rupa sehingga mendapatkan bentuk seperti celana. Bawahan seperti ini sering dikenakan kaum pria di masa lalu. Kain yang digunakan biasanya adalah kain berpola atau kain yang kaya warna.

Phraratchathan dirancang sendiri oleh raja Thailand pada tahun 1979 dan segera populer di negeri gajah putih ini. Phraratchathan berupa baju lengan panjang dengan kancing-kancing di bagian depan. Kerahnya berbentuk bulat dengan tinggi kurang lebih 3,5 Cm sampai dengan 4 Cm. Busana pria ini memiliki dua kantung di bagian depan.

http://www.bestchinanews.com/Fashion/7321.html

Nah, itulah pakaian adat Thailand yang perlu kamu ketahui. Saat berada di Thailand, kamu mungkin akan mendapati busana-busana ini dikenakan oleh orang-orang Thailand ataupun dijual di toko-toko busana. Kamu juga bisa berfoto dengan busana adat khas Thailand ini sebagai kenang-kenangan perjalananmu ke Thailand.

H.I.S Tours & Travel memiliki 279 cabang yang siap memberikan pelayanan terbaik untuk kamu. Serahkan perjalanan kamu ke Thailand pada H.I.S Travel Indonesia!