Tips
Mengenal Budaya di Kamboja
2017-10-30 02:21:28
HIS Travel

Budaya Kamboja didasarkan pada Buddhisme Theravada, yang menekankan konsep reinkarnasi yaitu keyakinan bahwa hidup dan mati ada sebagai siklus yang berulang. Kualitas hidup pada siklus berikutnya didasarkan pada prinsip Karma, yang berarti bahwa jika kamu melakukan perbuatan baik dalam kehidupan yang sekarang kamu akan diberi imbalan pada kehidupan berikutnya, dan sebaliknya. 

Sebagai wisatawan tentunya ingin mengetahui budaya dari sebuah negara yang dikunjungi secara langsung. Berikut ini gambaran budaya di Kamboja yang bisa dipelajari sekilas sebelum melakukan traveling secara langsung.

Hirarki sosial

Sumber gambar: asiancorrespondent.com
Hirarki sosial di Kamboja juga berpegang teguh pada ajaran Buddhisme, Buddhisme menekankan pentingnya hirarki sosial dalam suatu masyarakat. Itulah mengapa cara orang berbicara dan berkomunikasi satu sama lain bergantung pada status sosial mereka. Secara umum dapat disimpulkan bahwa orang tua lebih tinggi dari anak, manajer kepada karyawan, serta guru kepada siswa. Usia juga menjadi faktor penentu saat berbicara dengan orang lain.

Kolektivisme

Sumber gambar: funkyflashpacker.com
Masyarakat Kamboja juga digambarkan sebagai masyarakat kolektif, artinya kelompok akan selalu lebih penting daripada individu. Keluarga selalu menjadi prioritas pertama dan begitu banyak orang rela mengorbankan kepentingan pribadi demi keluarga mereka. Itulah sebabnya etika dan aturan dalam komunikasi sangat penting, karena mereka menjaga rasa harmoni dalam bersosialisasi dan komunikasi dengan keluarga dan masyarakat.

Konsep Wajah

Sumber gambar: cambodiatour.co
Dalam masyarakat Buddhis, reputasi, kehormatan dan martabat seseorang tergambar dalam konsep Wajah. Wajah seseorang harus menjadi hal yang dilindungi, karena wajah bisa hilang oleh perbuatan seseorang. Seseorang akan kehilangan muka (wajah) jika seseorang mengkritik dirinya di depan umum, mempermalukan atau memandang rendah. Seseorang juga bisa memberi wajah kepada orang lain dengan cara memuji tindakan atau sifat orang lain.

Ajaran Buddhisme di atas sengat erat kaitannya dengan aturan-aturan yang harus diperhatikan saat mengunjungi Kamboja. Sebagai wisatawan pastinya harus mengikuti aturan yang berlaku di negara tersebut, tetapi jangan juga dijadikan beban karena terlalu dipikirkan. Nah, berikut ini daftar apa saja yang harus dilakukan dan dihindari di Kamboja!

Hal yang harus dilakukan:
- Lakukan "Sampeah" salam kepada orang-orang dengan status yang lebih tinggi (sedikit membungkukkan kepala dengan kedua tangan diletakkan di dada).
- Perhatikan pakaian sesuai dengan acara atau tempat yang dikunjungi.
- Lepaskan sepatu saat memasuki rumah atau kuil.
- Saat mengambil foto, mintalah izin terlebih dahulu, pasti akan selalu diberikan izin.

Hal yang harus dihindari:
- Jangan menunjuk sesuatu menggunakan kaki karena dianggap menyinggung, karena kaki merupakan bagian tubuh paling rendah dan dianggap kotor.
- Jangan menyentuh orang lain di kepala, karena kepala merupakan bagian atas tubuh dianggap sakral. Hal itu juga berlaku untuk anak-anak, jadi jangan menepuk kepala mereka saat melihat anak-anak bermain misalnya.
- Saat makan sebagai tamu, jangan mulai dulu sampai tuan rumah mengambil gigitan pertama. Dan juga, hindari bersin di depan orang yang makan, karena bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan. Namun, tidak apa-apa jika mengunyah makanan dengan mulut terbuka dan bahkan bisa meludah saat sedang makan.
- Saat berhadapan dengan biksu laki-laki, seorang wanita seharusnya tidak menyentuh atau bahkan menyerahkan sesuatu secara langsung.
- Jangan menunjukkan gaya pacaran berlebihan di tempat umum, terutama di daerah pedesaan.

Nah, mulai tertarik untuk berkunjung ke Kamboja? Ada banyak referensi mengenai informasi wisata, one day tour, dan paket-paket wisata di H.I.S. Travel Indonesia. Kunjungi lebih banyak tempat-tempat wisata untuk dapatkan pengalaman yang lebih banyak.