People & Culture
Melihat Peradaban Masa Lalu Di Kuil Angkor Wat Kamboja
2017-05-31 01:09:04
HIS Travel

Kalo berkunjung ke Kamboja, tidak lengkap rasanya jika kamu tidak mampir ke kuil Angkor Wat. Pasalnya, Angkor Wat di Kamboja telah menjadi salah satu landmark populer yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari seluruh dunia.

Angkor Wat sendiri dibangun oleh raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12, yang merupakan representasi dari gunung Meru dan gunung Olympus yang menjadi kepercayaan umat Hindu, serta dipercaya menjadi tempat tinggal para dewa di masa lalu.

Selain itu, Angkor Wat telah menjadi jantung atau jiwa dan sumber kebanggaan nasional bagi masyarakat Kamboja. Berbeda dengan monumen kuil lainnya, Angkor Wat tidak pernah ditinggalkan dan selalu difungsikan secara terus-menerus sejak pertama kali dibangun. 


Image source : anotherheader.wordpress.com

Setiap relief dan ukiran di sudut-sudut Angkor Wat sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, terlalu indah! Pembangunan kuil ini dan pembuatan relief tentunya membutuhkan waktu puluhan tahun dan pekerja yang tak terhitung jumlahnya.

Kekaguman tersebut semakin terlihat di setiap relief dan ukiran yang menggambarkan religiusme dan mitologi pada peradaban masa lalu. Sekedar informasi, Angkor Wat dibangun pada masa Hindu, tetapi kini telah dialihfungsikan menjadi tempat suci bagi umat Budha di Kamboja.

Angkor Wat terkenal memiliki lebih dari 3000 Apsaras, relief berwujud perempuan, yang dipahat di setiap dindingnya. Masing-masing dari relief tersebut sangat unik, memiliki 37 gaya rambut yang berbeda. Selama pemugaran dengan bahan kimia pada tahun 1980an, ada banyak Apsaras yang mengalami kerusakan, tetapi telah diperbaiki kembali oleh tim dari German Apsara Conservation Project.


Image source : mikelbilbao.photoshelter.com

Sama seperti kuil lainnya di kawasan Siem Reap, Angkor Wat juga menjadi miniatur alam semesta. Menara pusatnya adalah gunung Meru, dengan puncaknya yang kecil disekitarnya, dibatasi oleh benua-benua (halaman bawah), dan lautan (parit). Sedangkan tujuh kepala naga menjadi simbol jembatan pelangi bagi manusia untuk mencapai tempat tinggal para dewa.


Image source : pinterest.com

Blok-blok batu untuk pembangunan Angkor Wat bersumber dari gunung suci Phnom Kulen, kurang lebih 50 km dari lokasi Angkor Wat, dan dibawa menggunakan rakit melalui sungai Siem Reap. Cara mereka membawa batu-batu tersebut sangat tidak masuk akal, menghabiskan ribuan tenaga pekerja. Menurut prasasti yang ada, pembangunan Angkor Wat membutuhkan 300.000 pekerja dan 6000 gajah, tetapi pembangunan tersebut masih belum sepenuhnya selesai.

Karena kuil Angkor Wat merupakan tempat religius bagi orang Khmer, pengunjung diminta untuk berpakaian sopan. Kamu tidak mungkin diizinkan untuk mengunjungi area tertinggi Angkor Wat jika menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek di atas lutut. 

Pemerintah setempat baru saja merilis peraturan yang bisa menjadi pedoman bagi para wisatawan mengenai cara berpakaian yang baik ketika berkunjung ke kuil Angkor Wat, mengingatkan wisatawan untuk tidak menyentuh atau duduk di bangunan kuno, memperhatikan daerah-daerah terlarang yang tidak boleh dikunjungi, dan menghormati para biksu.


Image source : wherearerickandlea.blogspot.co.id

Kamu bisa mengunjungi Angkor Wat setiap saat sepanjang tahun, tetapi musim puncaknya adalah pada akhir tahun dari bulan November hingga Ferbruari, saat cuaca dingin. Kamu sebaiknya berkunjung pada pagi hari saat matahari mulai terbit. Dengan begitu kamu dapat melihat seluk beluk Angkor Wat seperti relief Apsara, relief mahabarata, patung Budha yang menghadap ke Barat, dan mitologi The Churning of the Ocean of the Milk dalam agama Hindu.

Jika ingin melihat sunrise dari Angkor Wat, kamu bisa datang pagi hari. Kuil ini buka mulai pukul 5 a.m hingga 5.30 p.m. Namun, area atas (Bakan Sactuary) baru dibuka untuk umum sekitar pukul 7.30 a.m.

Sebagai penutup, pastikan kamu menghabiskan waktu yang cukup lama ketika berkunjung ke Angkor Wat. Menjelejah setiap sudut Angkor Wat dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak karena kamu harus berjalan kaki. Pastinya, perjalanan kamu di Kamboja tidak akan terasa lengkap jika tidak mengunjungi Angkor Wat.

 

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan kamu ke Kamboja pada H.I.S!

http://his-travel.co.id/

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia