City Travel
Kota Amsterdam, Venesia di Belahan Utara Eropa
2017-06-22 16:27:04
HIS Travel

Amsterdam, merupakan salah satu kota di dunia yang memiliki ketinggian lebih rendah dari permukaan laut; tepatnya -2 dpl (dari permukaan laut). Ibukota dari negara yang pernah menjajah Indonesia selama lebih dari 3 abad ini ternyata menyimpan pesona tata kota yang begitu besar. Cuplikan dari pesona tersebut dapat kita temui pada bangunan-bangunan bersejarah di daerah kota-kota besar di Indonesia yang dibuat pada masa penjajahan dahulu. Lantas, apa saja pesona yang ditawarkan kota yang memiliki kondisi geografis mirip dengan Jakarta ini ? Mari kita lihat bersama.

 

Kanal Amsterdam

imagesource : www.pixabay.com

Apabila di kota Venesia, Itali kita disuguhkan dengan nuansa romantis ketika menaiki gondola, maka tour kapal boat di sungai-sungai utama Amsterdam akan memberikan nuansa hangat bagi anda; terutama apabila anda mengunjungi Amsterdam di musim semi. Tercatat sebanyak 165 kanal dibangun dan menghiasi kota ini, sehingga kanal-kanal tersebut mampu memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Rata-rata durasi tour yang ditawarkan adalah -+ 1 jam, dan terdapat cukup banyak varian tour yang ditawarkan seperti : tour dengan candle-light dinner bagi turis yang datang dengan pasangannya, maupun tour yang mengeksplor jiwa berpetualang bagi buah hati anda.

 

Rijksmuseum

imagesource : By User:Voytikof (Own work) [CC BY-SA 2.5 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.5)], via Wikimedia Commons

Museum ini merupakan salah satu gudang karya seni di negeri Belanda. Tercatat terdapat  lebih dari 8000 lukisan dan obyek seni lainnya yang disimpan di dalam 100 ruangan dan galeri. Gedung museum ini sendiri terdiri atas 4 lantai yang dilabeli angka 0 (lantai dasar) hingga 3 (lantai puncak). Karya seni yang paling mudah ditemui di museum ini adalah lukisan yang berasal dari abad 15 hingga abad 17 di lantai dasar dan lantai pertama. Sehingga anda tidak perlu takut akan kehabisan karya seni untuk memanjakan mata anda saat berkunjung di museum ini.

Apabila anda berusaha menghindari keramaian pengunjung museum ini, anda dapat menjadwalkan kunjungan anda ke museum ini pada hari kerja atau weekdays. Atau apabila anda ingin merasakan kunjungan museum yang dihiasi oleh rombongan anak-anak, jadwalkan kunjungan anda di musim semi atau musim panas.

 

Bloemenmarkt

imagesource : By zak mc [CC BY-SA 2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0)], via Wikimedia Commons

Pasar Bunga – adalah terjemahan yang paling cocok untuk nama dari destinasi wisata yang satu ini, yang merupakan satu-satunya pasar bunga mengambang di dunia. Lokasi dari pasar bunga ini adalah pada lingkar selatan kanal Amsterdam. Disini anda dapat menjumpai sekitar 15 florist dan toko peralatan berkebun. Walaupun memiliki nama pasar bunga, namun tempat ini merupakan salah satu surga belanja bagi para wisatawan. Ditempat ini anda dapat menemukan beragam oleh-oleh khas Belanda, seperti : stroopwafel, olahan keju asli Belanda, topi dan ornamen khas budaya warga Belanda, hiasan berupa produk keramik, dan masih banyak lainnya. Selain itu, sebagian besar toko atau vendor di tempat ini menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.

 

Kincir Angin Amsterdam

imagesource : By yeowatzup [CC BY-SA 2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0)], via flickr

Dimasa kejayaannya, Belanda memiliki lebih dari 10.000 kincir angin yang tersebar diseluruh penjuru negeri. Namun saat ini, hanya terdapat kira-kira 1.000 buah kincir angin. Beberapa dari kincir angin yang tersisa dapat anda kunjungi dengan leluasa, dan beberapa diantaranya telah beralih fungsi menjadi area privat, sehingga anda memerlukan ijin khusus dari pemilik. Kota Amsterdam sendiri mendapat kehormatan untuk menjadi tempat berdirinya 8 kincir angin.

Dari 8 kincir angin yang ada, de Otter dan de Goyer merupakan kincir angin yang wajib untuk anda kunjungi. Kincir angin de Goyer merupakan kincir angin tertinggi di kota Amsterdam dan kini telah dialihfungsikan dari penggilingan tepung gandum menjadi pengolahan minuman bir khas Belanda. Sementara itu, Kincir angin de Otter akan membawa anda pada nuansa tradisional yang kental yang menyelimutinya. Kincir angin ini digunakan sebagai tempat pemotongan kayu yang memanfaatkan tenaga angin, sebelum akhirnya diberhentikan di tahun 1929. Walaupun tidak beroperasi, kincir angin tersebut mampu menarik minat wisatawan dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Amsterdam.