City Travel
Keliling Tokyo Dengan Tokyo Metro - Hanzomon Line
2017-12-07 13:01:14
HIS Travel

Kalau sebelumnya sudah membahas mengenai salah satu jalur Tokyo Metro, Yurakucho Line, kali ini kamu akan mendapatkan berbagai informasi mengenai temannya jalur Yurakucho di Tokyo Metro, Hanzomon Line

Jalur Hanzomon membentang sekitar 16.8 km dan melewati berbagai distrik seperti Shibuya, Minato, Chiyoda, Chuo, Koto dan Sumida. Meskipun jarak yang ditempuh oleh jalur ini terbilang pendek dibandingkan Jalur Tokyo Subway lainnya, jalur ini ternyata menjadi jalur yang mengoperasikan beberapa layanan kereta dengan jarak terpanjang melalui private railways, yaitu Tokyu Corporation dan Tobu Railway. Bahkan ada salah satu layanan kereta yang jarak tempuhnya mencapai 98.5 km dalam sekali jalan.

Berwisata keliling Tokyo dengan mengikuti jalur Hanzomon, kira-kira objek wisata apa saja yang bisa kamu temukan?

Shibuya

Shibuya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh ditinggalkan oleh para wisatawan mancanegara. Selama di Tokyo, kamu bisa ikut merasakan bagaimana hiruk pikuk Shibuya dan melihat betapa sibuknya Shibuya di Tokyo. Kamu akan takjub dengan betapa cepatnya mereka berjalan agar sampai ke tempat tujuannya. 

Shibuya dianggap menjadi symbol dari pusat kebudayaan anak muda. Salah satu yang menjadi cirri khas dari tempat ini adalah “scramble crossing” yang disebut-sebut menjadi zebra cross teramai di dunia. Setiap menitnya ada ratusan manusia yang akan menyebrang di perempatan Shibuya. Hal ini juga yang menarik mata wisatawan lho, karena tak jarang mereka mencoba untuk mengabadikan hiruk pikuk scramble crossing ini dalam berbagai bentuk, dan menjadi spot foto wajib untuk wisatawan asing.

Tak jauh dari sini, kamu akan menemukan banyak orang-orang yang berkumpul di salah satu sudut di dekat pintu keluar stasiun. Ternyata mereka sedang berkumpul di lokasi Patung Hachiko, yang juga tidak kalah terkenal. Karena pintu keluar Stasiun Shibuya yang cukup banyak, orang-orang lebih memilih untuk menggunakan patung hachiko sebagai meeting point mereka.

Tokyo Skytree

Selama bertahun-tahun, Tokyo Tower menjadi bangunan tertinggi di Jepang, mengalahkan bangunan-bangunan lainnya di wilayah Tokyo. Namun, pada tahun 2011 predikat tersebut hilang, tergantikan oleh Tokyo Skytree dengan ketinggian hampir dua kali lipat, 634 meters (2,080 feet), dan sempat menjadi “the world’s tallest tower”.

Tokyo Skytree sebenarnya dibangun sebagai tower radio dan televisi untuk disalurkan di region Kanto. Menara ini sengaja didesain lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan lain disekitarnya agar sinyal yang terpancar dapat disalurkan dengan baik tanpa terhalang oleh bangunan lainnya. Sekilas, Tokyo Skytree menyerupai tripod pada bagian bawahnya, sedangkan pada ketinggian 350 meter dan 450 meter bentuknya menjadi spiral.

Di bagian paling atas, terdapat dek observasi berbentuk spiral, lengkap dengan area bersantai dan kaca jendela berukuran tinggi yang menghadap ke Tokyo. Lantai ini secara spesifik terletak pada ketinggian 451,2 meter dan merupakan titik tertinggi Tokyo Skytree yang dapat kamu kunjungi. 

Pemandangan dari atas Tokyo Skytree pada siang hari sangat indah sekali. Jika awan cerah, kamu juga bisa melihat gunung Fuji di kejauhan. Namun, pada malam hari pemandangan kota Tokyo dengan gemerlap lampu juga tidak kalah indah.

Kuil Yasukuni

image source : https://www.japan-guide.com/

Kuil Yasukini merupakan kuil Shinto yang didedikasikan untuk para tentara dan pejuang perang lainnya yang telah berperang demi kekaisaran Jepang.

Ketika Kaisar Meiji mengunjungi Tokyo Shokonsha untuk yang pertama kalinya di tahun 1874, beliau mengarang sebuah puisi, yang kira-kira kalau diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu : “Aku berjanji kepada Anda yang bertempur dan mati demi Negara Anda bahwa nama Anda akan hidup selamanya di tempat suci ini di Musashino”

Kuil ini buka setiap hari dari pukul 6 pagi hingga 6 sore. Untuk menuju ke tempat ini, kamu bisa turun di Stasiun Kudanshita.

Taman Kiyosumi

image source : https://www.japan-guide.com/

Dulunya, Taman Kiyosumi / Kiyosumi Teien ini merupakan tempat tinggal seorang pedagang kaya di zaman Edo. Namun setelah akhirnya tanah tersebut berpindah tangan ke Tuan Feodal, tempat ini diubah menjadi sebuah taman. Taman ini akhirnya dibuka untuk umum di tahun 1932. Taman ini merupakan salah satu taman yang terkenal akan style Jepang-nya.

Tidak hanya keindahannya lanskapnya saja yang mencolok, Anda juga dapat melihat ikan dan kura-kura di bawah permukaan kolam serta refleksi dari taman di dalam air. Taman ini juga memiliki koleksi bebatuan yang mengagumkan dan terkenal, seperti Kishu coredierite, Bicchu granit, dan Sado akadama. 

Untuk menuju ke tempat ini, kamu bisa turun di Stasiun Kiyosumi - Shirakawa

Selamat berlibur…