Info Muslim
Icip-icip Kuliner Halal khas Indonesia di Warung Jawa, Sapporo
2017-07-23 17:08:11
HIS Travel

Banyaknya warga pendatang dan wisatawan yang beragama islam di Jepang ternyata membuat pemerintah Jepang mendukung perkembangan halal tourism. Hal ini terbukti pada kota Sapporo, kota terbesar kelima di Jepang dengan kurang lebih 300.000 orang penduduknya yang merupakan mualaf; sejak awal tahun 2012 mulai gencar menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mendukung nuansa islami di kota tersebut. Beberapa masjid mulai didirikan di kota Sapporo, demikian dengan jumlah restauran / kedai makanan yang mendapatkan sertifikasi halal; tak ayal, jumlah wisatawan muslim yang berkunjung ke Sapporo pun ikut meningkat.

Kali ini kita akan membahas sebuah warung yang dikelola oleh Puan Widya Sumi, seorang ibu berdarah Indonesia yang telah menggeluti bisnis kuliner halal di Sapporo selama lebih dari 15 tahun. Konon beliau juga menjadi pelopor penjaja panganan halal di Sapporo dan kemudian moda usahanya diikuti oleh penduduk asli Jepang di sekitar tempat tinggalnya. Nama kedai kebanggaan beliau adalah Warung Jawa; Indonesia banget bukan ?

imagesource : google.maps.com

Terletak di Sapporo-shi Kita-ku Kita 14-jou Nishi 3-choume 1-15, Zeus Building, lantai Basement 1F (atau kalau kamu masih kebingungan, lokasi persis dari warung ini dapat kamu lihat di https://goo.gl/maps/zh2iHoUnfc62), Warung Jawa berjarak hanya 1-3 menit jalan kaki dari Masjid Sapporo / Sapporo Mosque. Lokasi ini juga sangat strategis, karena hanya berjarak 4 blok dari Stasiun Kitajunijo; sehingga cocok untuk kamu kunjungi setelah menunaikan ibadah shalat atau ketika kamu baru saja menginjakkan kaki di Sapporo.

imagesource : tabelog.com

Ketika memasuki warung ini kita akan disambut oleh batik dari berbagai daerah di Indonesia, wayang, bendera Indonesia, dan pernak-pernik lainnya. Hiasan ruangan tersebut dipasang mbak Widya –panggilan akrab pemilik Warung Jawa, untuk menyambut para pengunjung yang kebanyakan adalah orang Indonesia. Daftar makanan yang tertera pada menu Warung Jawa pun juga ditulis dalam 2 bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Tak lupa, mbak Widya akan menyambut kamu dengan hangat; terlebih apabila beliau mengetahui bahwa kamu juga orang Indonesia. Sehingga kamu bisa sejenak meredakan home-sick yang mungkin melanda ketika kamu liburan di Jepang di warung ini.

imagesource : tabelog.com

imagesource : tabelog.com

Makanan yang ditawarkan mbak Widya di Warung Jawa merupakan kuliner-kuliner khas dari Indonesia. Sebut saja nasi campur, nasi goreng, mie goreng, tempe, gado-gado, bakso, opor, ayam penyet, dan lontong sayur. Tidak ada menu yang ditunjuk secara khusus untuk menjadi kuliner andalan dari Warung Jawa. Namun, kamu perlu merasakan perbedaan rasa nasi campur, gado-gado, dan lontong sayur yang diolah dengan menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga ada perpaduan rasa Jepang yang diracik dengan cara Indonesia. Untuk soal bumbu, Warung Jawa mengimpor bumbu-bumbu yang tidak bisa diperoleh di pasar lokal Sapporo dari Indonesia langsung. Bukan hanya bumbu, perlengkapan meja seperti tempat saus dan wadah tisu yang ada di Warung Jawa juga sangat identik dengan yang ada di kedai-kedai makanan di kampung halaman kamu.

imagesource : tabelog.com

Yang tidak kalah menarik dari Warung Jawa adalah ketersediaan produk olahan pangan yang diimpor dari Indonesia seperti mie instan, saos, bumbu instan, sirup, sosis, daging sapi/kambing/ayam dan masih banyak lainnya. Lazim dijual di warung-warung di Indonesia, pemilik Warung Jawa ini menyediakan produk-produk tersebut bagi para wisatawan yang kurang cocok dengan makanan Jepang dan obat rindu bagi para ekspatriat Indonesia di Jepang. Tidak hanya itu, mbak Widya juga menjual beragam pernak-pernik islami bagi para pengunjungnya; seperti jilbab, sajadah, baju koko, dan lain-lain. 

 

topimagesource : tabelog.com