People & Culture
Hari Anak Perempuan di Jepang, Hinamatsuri
2016-03-02 09:44:51
HIS Travel

Di Jepang banyak diadakan matsuri, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti perayaan. Tanggal 3 Maret selalu diperingati di Jepang sebagai Hina Matsuri, atau Festival Boneka, yang juga merupakan Hari Anak Perempuan atau Girl’s Day. Pada hari itu hampir semua keluarga yang memiliki anak perempuan akan berdoa ke kuil Shinto untuk kebahagiaan masa depan dan kesejahteraan anak perempuan mereka.

Mereka juga akan menempatkan serangkaian boneka khusus untuk perayaan Hina Matsuri yang disebut Hina-ningyo, dan mempersembahkan bunga persik untuk mereka.

Kebiasaan ini berawal pada periode Heian (794-1185). Banyak orang yang percaya bahwa boneka bisa berkorban demi pemiliknya. Hina Matsuri berasal dari kebiasaan Jepang kuno yang bernama Hina-nagashi, dimana jerami atau kertas boneka Hina ditempatkan dalam perahu yang dibawa menyusuri sungai ke laut dengan harapan agar bisa membuang nasib buruk.

Saat ini, banyak rumah yang menampilkan boneka Hina menandakan bahwa pemilik rumah memiliki anak perempuan. Boneka-boneka tersebut biasanya diatur berjajar sebanyak lima atau tujuh tingkat berjenjang dan dengan alas sebuah kain karpet berwarna merah. Di barisan paling atas adalah Kaisar dan Permaisuri. Di bawahnya merupakan tiga wanita istana (Sannin Kanjo) yang membawa sake. Di tingkat ketiga terdapat boneka hina lima musisi (Gonin-bayashi). Di tingkat keempat terdapat dua menteri (“Udaijin” dan “Sadaijin”). Pada tingkat kelima, tiga pelayan yang berdiri sebagai pelindung kaisar dan permaisuri. Di tingkat keenam, tersimpan peti untuk menyimpan kimono, laci, cermin berdiri dan set teh untuk upacara. Posisi di bagian terbawah, atau pada lapisan ketujuh terdapat boneka Hina yang memegang kotak makanan divernis, tandu dan sebuah kereta yang ditarik sapi.

Boneka-boneka tersebut mengenakan kostum indah istana kuno dari Periode Heian. Kostum untuk Kaisar disebut “juuni-hitoe” (jubah acara 12 lapis).

Boneka Hinamatsuri dikeluarkan dan dipajang di ruangan paling bagus di sisi rumah. Kemudian mereka akan menyimpannya sesegera mungkin setelah festival usai karena diyakini kalau tidak menyimpan boneka hina-ningyo segera setelah perayaan tanggal 3 Maret bisa menyebabkan anak-anak perempuan mereka terlambat menikah.

Terdapat beberapa hidangan khusus untuk perayaan ini. “Hachimochi” adalah kue beras berbentuk persegi empat, dengan warna merah (atau pink), putih, dan hijau. Warna merah berguna untuk menghalau roh jahat, putih adalah untuk kemurnian, dan hijau adalah untuk kesehatan.

Image source : http://www.katuyama.okayama-c.ed.jp/

“chirashi-zushi” (sushi yang disebar), “sakura-mochi” (camilan yang terbuat dari tepung beras, pasta kacang manis dan daun ceri asin), “Hina-arare” (kerupuk beras berwarna yang dibumbui dengan gula) dan “shirozake” (sake putih) juga sering dihidangkan pada tanggal tersebut. 

H.I.S. Tours & Travel memiliki 279 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S.!

https://his-travel.co.id/jepang

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia