Tips
Hal Yang Wajib Diketahui Sebelum Berlibur Ke Korea Selatan
2017-07-30 15:44:35
HIS Travel

Berlibur ke negara lain untuk yang pertama kalinya bisa menjadi sesuatu yang menantang. Kamu akan merasakan pengalaman yang benar-benar baru, tetapi perencanaan yang tidak matang dan menjadi orang asing di negara lain bisa membuat kamu stress. 

Kamu benar-benar tidak mengetahui masalah apa yang akan dihadapi nanti begitu tiba di sana. Apakah orang-orang di sana sangat ramah, budayanya bersahabat, atau pemerintahnya tidak begitu ketat? Kalau kamu berencana mengunjungi Korea Selatan, perhatikan hal-hal berikut ini untuk mengurangi rasa cemasmu!

1.Kimchi
Kimchi adalah potongan sawi putih yang difermentasi dengan saus cabai dan pasta ikan. Rasanya sangat tajam, pedas, dan asam. Penduduk Korea Selatan sangat menyukainya dan mengkonsumsinya hampir setiap hari. Biasanya sebagai lauk pendamping, atau digunakan pula sebagai bumbu untuk beragam masakan.

Selama bertahun-tahun, kimchi menjadi simbol budaya Korea: kuat, istimewa, dan menantang. Kalau tidak suka dengan rasa kimchi, jangan mengungkapkannya secara terus terang. Namun, kalau kamu suka kimchi, mereka akan menghargai kamu. Saat berkunjung ke Korea Selatan, kimchi wajib kamu coba!


Image source : koreanbapsang.com

2.Etika Menggunakan Sumpit Metal
Sumpit di Korea terbuat dari metal sehingga lebih sulit digunakan ketimbang sumpit kayu. Namun, penduduk Korea Selatan juga memiliki etika tersendiri dalam menggunakan sumpit. Ketika hendak makan, mengambil sumpit mendahului orang yang lebih tua dianggap tidak sopan. Begitupula dengan mengorek-ngorek lauk menggunakan sumpit untuk mendapatkan makanan favoritmu, dan menjadikannya sebagai tusuk makanan akan dianggap tidak sopan.

Ketika selesai makan, letakan kembali sumpit di tempatnya. Jangan diketakan di atas mangkok atau meja. Selain itu, jangan membersihkan sisa-sia nasi di mangkukmu menggunakan sumpit. Di Korea Selatan, nasi dimakan menggunakan sendok!


Image source : aliexpress.com

3. Memberi Tip Bukan Budaya Orang Korea
Meskipun servis yang diberikan oleh restaurant sangat memuaskan, memberi tip bukan budaya orang Korea. Supir taksi, penata rambut, porter, dan bellboy sangat layak mendapatkan tip, tetapi budaya tersebut tidak dipraktekan di Korea. Jika kamu tetap ingin melakukannya, jumlahnya terserah kamu. Pada kenyataannya, mereka malu menerima tip karena merasa seperti seorang stripper.

4.Bahasa Korea + Inggris = Konglish
Konglish adalah bahasa Inggris yang diadopsi ke dalam bahasa Korea. Terkadang  konglish memiliki arti yang sama dengan bahasa Inggris, tetapi bisa juga memiliki arti yang jauh berbeda. Misalnya, "meeting" dalam bahasa Inggris diartikan sebagai blind date dalam bahasa konglish. Terkadang pula, dua kata bahasa Inggris digabungkan menjadi satu arti seperti officetel, perpaduan antara office + hotel, yaitu sebuah bangunan dimana lantai satu difungasikan sebagai office, dan beberapa lantai diatasnya dijadikan hotel.

5.Soju
Korea memiliki budaya minum yang kuat, dan minuman beralkohol yang mereka banggakan adalah Soju. Soju biasa diminum menggunakan gelas kecil, dan menjadi pelengkap setelah makan bersama. Mereka meminum Soju beramai-ramai, kemudian bersulang sambil berkata Geonbae!

Saat meminum Soju, mereka juga punya etika tersendiri. Jangan menuangkan minuman untuk diri sendiri. Ketika menuangkan Soju untuk orang yang lebih tua, letakan satu tangan kamu di dada, atau gunakan tangan tersebut untuk memegang tangan yang sedang mengangkat botol sebagai penghormatan.


Image source : vkeong.com

6.Nasi
Sama seperti orang Jepang, Cina, Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, nasi menjadi makanan pokok penduduk Korea Selatan. Mereka merasa belum makan jika belum mengkonsumsi nasi. Namun, tidak seperti orang Jepang dan Cina, mereka tidak memakan nasi menggunakan sumpit, melainkan sendok. Mereka juga tidak pernah mengangkat mangkuk nasi mereka. Perlu kamu ketahui, menaruh sumpit di atas mangkuk nasi dianggap tidak sopan.


Image source : chiitravel.wordpress.com

7. Aksara Korea
Hangul adalah huruf dan angka yang digunakan secara resmi di Korea. Tidak seperti huruf mandarin atau kanji, hangul lebih mudah digunakan karena penulisannya fonetik dan mirip dengan alfabet romawi. Kalau dilihat, hangul sepertinya sulit dipelajari. Padahal kenyataannya sangat mudah.

Huruf konsonan cukup ditambahkan tanda vokal sehingga menjadi fonetik. Bahkan, beberapa orang bisa mempelajarinya hanya dalam beberapa jam saja. Jika kamu bisa memahami hangul, maka liburan kamu di Korea Selatan akan menjadi lebih mudah. Kamu bisa membaca petunjuk jalan, menu makanan, nama tempat dan lainnya yang menggunakan aksara hangul.

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan kamu ke Korea Selatan pada H.I.S!

Top image source : foodwithinreach.com