Jepang
Empat Kategori Huruf Kanji Yang Perlu Wisatawan Muslim Ketahui Saat Berwisata Ke Negri Sakura
2017-08-21 13:08:18
HIS Travel

Jepang merupakan negara yang kaya akan pesona budaya yang dimiliki layaknya Indonesia. Dengan pesona budaya yang ada, negara yang memiliki julukan sebagai Negeri Sakura ini seringkali menjadi negara destinasi wisata favorit bagi para wisatawan, termasuk wisatawan beragama islam yang gemar mempelajari tentang huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui.

Namun, sebagai negara di mana agama Islam merupakan agama minoritas di Jepang, berbagai hal pun mulai menjadi pertimbangan bagi wisatawan muslim yang ingin pergi ke sana. Hal ini tidak terkecuali tentang keteserdiaan makanan halal di sana. Sebagian dari kita telah mengetahui bahwa umumnya makanan dan minuman di Jepang dibuat dengan bahan yang tidak boleh dikonsumsi (haram) bagi muslim, seperti babi, lemak hewan alkohol dan zat adiktif tertentu.

Biasanya, bahan makanan maupun produk makanan dan minuman di Jepang ditulis dalam huruf Kanji dan juga Katakana, meskipun lebih sering dengan Kanji. Nah, itu akan jadi masalah tersendiri apabila Anda tidak memahami penulisan huruf Kanji. Huruf kanji sendiri adalah huruf yang diadopsi dari huruf kanji Cina dan biasa digunakan masyarakat Jepang untuk menulis nama.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda bisa mengetahui kanji bahan makanan dan minuman yang halal dan non-halal (haram)? Tenang, H.I.S Travel kali ini akan memberikan Anda daftar kanji halal dan haram yang bisa Anda jadikan panduan dalam mencari makanan atau minuman di Jepang. Berikut merupakan daftarnya:

 

1. Kategori Daging (肉) Dan Ekstrak Daging (肉エキス) Menempati Urutan Pertama Huruf Kanji Yang Perlu Wisatawan Muslim Ketahui


Image source : https://www.pexels.com/

Di Indonesia, untuk kategori daging umumnya cukup disebutkan dengan nama hewannya, tetapi di Jepang kadangkala dibedakan menjadi nama hewan, daging asal hewan dan ekstrak daging hewan tersebut. Ekstrak daging biasanya digunakan sebagai perisa makanan pada snack, mie instan, roti dan sup.

Untuk kategori hewan, daging dan ekstrak hewan, huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui dan harus dihindari antara lain : babi (豚), daging babi (豚肉), ekstrak daging babi (豚のエキス), ayam (チキン), daging ayam (鶏肉), ekstrak daging ayam (チキンエキス), sapi  (牛), daging sapi (牛肉) dan ekstrak daging sapi (牛肉エキス).

Babi sudah jelas hukumnya dalam Islam. Sedangkan untuk ayam dan sapi akan menjadi halal apabila disembelih sesuai dengan syariat Islam. Namun, mayoritas penduduk di Jepang bukan beragama Islam. Oleh karena itu, wisatawan muslim yang ada di Jepang sebaiknya menghindari daging, olahan dan perisa makanan yang berbahan dasar hewan-hewan tersebut, dan lebih mencermati lagi huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui.

 

2. Kategori Lemak (脂肪) Merupakan Huruf Kanji Yang Perlu Wisatawan Muslim Ketahui Berikutnya


Image source : https://www.pexels.com/

Di negara seperti Jepang, tidak mengherankan apabila dalam mengolah makanan seringkali mencampurkan lemak hewan dan olahan lemak hewan sebagai ‘penambah’ rasa dalam proses memasak. Bahkan, terkadang lemak hewan, seperti lemak babi dijual di toko makanan dan supermarket.

Beberapa huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui dalam kategori lemak di antaranya: lemak hewani (動物性脂肪), lemak olahan (加工脂肪), lemak babi yang telah diolah atau lard (ラード), lemak sapi (牛肉). Bahan seperti margarin (マーガリン), mentega (ショートニング), mentega hewani (動物の短縮) biasa ditemukan sebagai campuran bahan roti, kue kering, cake dan sebagainya.

 

3. Kategori Zat Adiktif (添加剤) Tak Kalah Penting Untuk Anda Cermati


Image source : https://www.pexels.com/

Selain daging dan lemak hewani. Huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui dalam membeli produk makanan berikutnya adalah kanji zat adiktif. Zat adiktif ini terbagi menjadi gelatin, animo acid, elmusifier, dan ferminpan atau ragi.

Gelatin (ゼラチン) adalah zat yang berasal dari tulang hewan. Umumnya, gelatin yang ada dibuat dari tuang babi, zat ini bisa ditemukan dalam komposisi jeli. Nah, kalau zat animo acid (アミノ酸) digunakan sebagai pengawet dalam makanan kaleng, seperti daging tuna kalengan dan sebagainya. Emulsifier (乳化剤) umumnya terkandung dalam keju, yogurt dan lainnya. Sedangkan fermimpan atau ragi (酵母脂肪) digunakan dalam roti sebagai bahan pengembang.

 

4. Kategori Alkohol Harus Diwaspadai, Dan Dimasukan Kedalam Daftar Huruf Kanji Yang Perlu Wisatawan Muslim Ketahui


Image source : https://www.pexels.com/

Alkohol ini sudah jelas tidak boleh dikonsumsi oleh muslim. di Jepang, alcohol dibedakan menjadi 5 macam, yaitu alkohol murni (アルコール), liquor (酒類), sake (酒), rum (ラム), mirin (みりん). Kesemuanya adalah huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui agar tidak terjebak dalam mengonsumsi makanan.

Alkohol biasanya ditemukan dalam bentuk minuman dan sake adalah minuman fermentasi beras yang umumnya dijadikan sebagai bahan ‘penambah’ maupun ‘penguat’ rasa. Sedangkan liquor dijadikan sebagai campuran dalam shoyu, miso, es krim dan lainnya. Nah, kalau rum digunakan sebagai campuran makanan manis, seperti cake, cokelat, pudding dan jeli.

Mirin ini hampir sama dengan sake, namun biasanya mirin digunakan sebagai campuran dalam makanan yang disajikan, seperti sushi dan sashimi. Sebenarnya, olahan laut seperti sushi dan sashimi halal untuk dimakan, tetapi jika sudah tercampur dengan salah satu dari 5 jenis alkohol di atas menjadi tidak halal lagi.

Yap, itulah 4 kategori huruf kanji yang perlu wisatawan muslim ketahui, dan harus Anda jauhi karena ini menAndakan bahan makan non-halal, terutama jika hendak berwisata ke Jepang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda ya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Top image source : https://www.pexels.com/