Tips
Berwisata Ke Perkampungan Suku Akha Thailand
2017-10-11 09:38:12
HIS Travel

Saat kamu berkunjung ke Thailand, salah satu objek wisata yang tak boleh kamu lewatkan adalah mengunjungi suku yang tinggal di pegunungan Thailand. Masyarakat Thailand menyebut suku ini sebagai Hill Tribes atau suku yang tinggal di pegunungan Thailand, tepatnya di pegunungan Thailand bagian utara.

Suku-suku ini sebenarnya bukanlah suku asli yang berasal dari Thailand. Suku-suku ini adalah suku-suku yang berpindah tempat dikarenakan terancamnya keberadaan mereka. Setidaknya ada tujuh suku yang bisa kamu kunjungi saat berada di Thailand. Selain Suku Karen yang dikenal sebagai suku leher panjang, kamu juga bisa melihat kehidupan Suku Akha. Sungguh menarik, melihat kehidupan Suku Akha ini dari dekat.

http://www.canvas-of-light.com

 

Berasal Dari Cina

Suku Akha tinggal di pengunungan Thailand, Laos, Myanmar dan di Provinsi Yunan di Cina. Di semua negara tersebut mereka hidup sebagai etnis minoritas. Tidak semua negara bisa menerima keberadaan mereka. Suku Akha ini berasal dari Cina dan mulai melakukan perjalanan ke wilayah Asia Tenggara pada awal abad 20.

Konflik yang terjadi di Laos dan Burma telah membuat semakin banyak jumlah Suku Akha yang berpindah ke Thailand. Sampai saat ini jumlah Suku Akha yang tinggal di Thailand tak kurang dari 80.000 orang.

Suku Akha hidup secara sederhana dari hasil pertanian seperti kedelai, padi dan sayur-sayuran. Padi menjadi salah satu hasil pertanian andalan Suku Akha. Mereka menanam padi mengikuti musim atau bergantung sepenuhnya pada hujan. Saat musim penghujan datang mereka mulai bersiap-siap untuk bercocok tanam. Dalam sejarahnya, Suku Akha juga dikenal sebagai petani opium. Namun sejak pemerintah Thailand melarang, Suku Akha kemudian hanya bergantung penuh pada hasil pertanian lainnya.

Sebagai tambahan untuk memenuhi kehidupan mereka, Suku Akha juga memelihara hewan-hewan seperti babi, ayam, angsa, dan juga kerbau. Suku Akha dikenal pula dengan kemampuannya berburu dan memancing. Hasil buruan mereka dipakai untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka sehari-hari.

 

http://www.goeringo.com

 

Baan Tong Luang

Di Thailand, ada banyak perkampungan Suku Akha yang menjadi tempat tujuan wisata. Banyak turis mendatangi kampung-kampung pemukiman mereka untuk melihat kehidupan Suku Akha dari dekat. Keberadaan Suku Akha di Thailand tercatat dalam sejarah melalui tulisan Pangeran Shan Kengtung.

Keberadaan perkampungan Suku Akha sebagai kampung tujuan wisata tak lepas dari campur tangan pemerintah Thailand. Pemerintah Thailand melihat keberadaan hill tribes yang semakin terancam seiring perkembangan zaman. Karena itulah kemudian dibangun Baan Tong Luang atau Eco Agricultural Hill Tribes Village.

Baan Tong Luang ini adalah sebuah desa wisata tempat tinggal 7 suku hill tribes, termasuk Suku Akha dan Suku Karen. Desa wisata ini terletak di Maerim-Samoeng Road yang berdekatan dengan Mae Sa Elephant Camp di Chiang Mai. Desa wisata ini menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung. Efeknya, perekonomian suku hill tribes pun meningkat. Mereka bisa menjual berbagai hasil kerajinan tangan berupa aneka tenunan seperti selimut, topi, pakaian dan kaos kaki kepada para wisatawan yang datang.

Jika kamu datang ke desa wisata ini, sebaiknya sisihkan waktu yang cukup banyak. Sebab ada banyak hal menarik yang bisa dilihat. Selain itu, setiap rumah biasanya akan mempersilahkan wisatawan yang datang untuk masuk ke dalam rumah atau sekedar mengambil gambar. Untuk keperluan ini, para pemilik rumah tidak mengenakan biaya apapun.

 

https://fineartamerica.com/

Terkenal Dengan Kehidupan Spiritualitasnya

Salah satu daya tarik Suku Akha ini adalah kehidupan spiritualitas mereka. Suku Akha memiliki kepercayaan yang disebut Zahv. Kepercayaan ini digambarkan sebagai perpaduan antara animisme dan pemujaan terhadap leluhur. Kepercayaan ini menekankan hubungan antara Suku Akha dengan tanah dan keberadaan mereka dalam kehidupan di dunia.

Suku Akha melakukan ritual-ritual dalam kehidupan mereka sehari-hari dan memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat. Ritual tahunan mereka terdiri dari 9 atau 12 sesaji, ritual yang berhubungan dengan beras atau padi, dan upacara-upacara lainnya.

Dalam kehidupan Suku Akha, kepala suku menempati posisi yang paling penting berkaitan dengan semua kegiatan spiritual yang mereka lakukan. Sedangkan posisi penting yang kedua dipegang oleh Pa Jee atau pandai besi karena memiliki kemampuan membuat berbagai peralatan yang berbahan besi.

Jika kamu ingin melihat salah satu festival Suku Akha, datanglah pada bulan Agustus. Festival yang disebut Swing Festival atau Yehkuja ini diadakan setiap bulan Agustus setiap tahunnya dan jatuh pada hari ke 120 setelah Suku Akha menanam padi. Dalam festival ini, sesaji-sesaji dipersembahkan kepada arwah para leluhur. Sesaji ini terdiri dari makanan yang sudah dimasak, air dan minuman yang dibuat dari beras.

Festival ini sangat penting terutama bagi kaum wanita Suku Akha. Sepanjang tahun, kaum wanita Suku Akha mempersiapkan diri untuk festival ini. Mereka membuat pakaian tradisional sendiri lengkap dengan ornamen-ornamennya. Di saat festival berlangsung, para wanita akan mengenakan baju-baju terbaik yang mereka buat, lalu menari dan bernyanyi. Karena itulah, festival ini disebut juga sebagai Women’s New Year.

Nah, itulah sedikit gambaran mengenai Suku Akha yang tinggal di Thailand. Bagi kamu yang menyukai wisata kebudayaan, maka kehidupan Suku Akha ini sangat menarik untuk dilihat. Selain melihat kehidupan Suku Akha, kamu juga bisa sekalian melihat kehidupan Suku Karen dan beberapa suku lain yang tak kalah menariknya.

H.I.S Tours & Travel memiliki 279 cabang yang siap memberikan pelayanan terbaik untuk kamu. Serahkan perjalanan kamu ke Thailand pada H.I.S Travel Indoensia!