Food
Berani Coba Camilan Anti Mainstream Khas Thailand?
2017-06-03 17:52:46
HIS Travel

Selamat datang di Thailand, dimana apapun bisa menjadi camilan yang memuaskan rasa lapar kamu. Tidak perlu keripik, biskuit, dan wafer karena serangga goreng pun banyak tersedia dan siap dijadikan camilan berprotein.

Terkadang, serangga akan dimasak menjadi kuliner khas Thailand, tetapi jika digoreng akan terasa lebih lezat dan bisa dijadikan camilan berprotein pelengkap segelas kopi disore hari.

DI Thailand, kamu akan menemukan gerobak pinggir jalan yang menjajakan tumpukan serangga goreng yang baru dimasak. Bukan, ini bukanlah makanan burung, tetapi camilan yang wajib kamu coba ketika berkunjung ke Thailand. Berikut ini adalah beberapa camilan serangga goreng yang anti mainstream khas Thailand :

1. Jing Leed
Jing leed mengacu pada salah satu serangga yang paling umum digunakan sebagai bahan makanan ringan di Thailand. Jing Leed adalah jangkrik yang biasanya digoreng dan dibumbui dengan saus dan rempah-rempah Thailand. Umumnya Jing Leed memiliki ukuran panjang sekitar 1.25 - 1.5 inchi. Jing Leed menjadi salah satu camilan yang paling mudah kamu temui di pusat-pusat jajanan Thailand.


Image source : flicker.com

Jangkrik memang memiliki rasa serangga yang kuat. Coba kamu bayangkan seperti apa aroma serangga, maka seperti itulah rasa Jing Leed. Selain itu, memakan Jing Leed juga akan membuat tenggorokan kamu serat. Jadi, jangan lupa pesan minum juga.

2. Non Pai
Dalam bahasa Thailad, Non berarti ulat dan Pai berarti bambu. Jadi Non Pai merupakan sejenis ulat bambu yang rasanya sangat lezat. Rasanya seperti snack jagung tapi lebih berserat, mirip Cheetos. Biasanya Non Pai digoreng dalam wajan, kemudian ditambahkan saus dan bubuk lada.


Image source : activistpost.com

Kalau kamu takut makan serangga goreng, tapi tetap ingin mencobanya maka Non Pai sangat direkomendasikan untuk kamu. Rasanya tidak seperti serangga. Jika memakannya sambil menutup mata, kamu akan mengira Non Pai sebagai cheetos. Sangat gurih dan renyah.

3.Tak Ga Tan
Tak Ga Tan merupakan camilan khas Thailand berupa goreangan belalang yang dikenal sebagai hama perusak tanaman padi. Awalnya para petani tidak menyangka bahwa belalang yang digoreng bisa menjadi camilan bercitarasa tinggi. Jadi, mereka mulai mengumpulkan belalang dan menjualnya ke produsen untuk diubah menjadi camilan populer di seluruh wilayah Thailand. Biasanya Tak Ga Tan memiliki panjang sekitar 10 cm dan digoreng hingga renyah.


Image source : citygalonthego.com

Lupakan keripik kentang karena Tak Ga Tan jauh lebih renyah. Mirip seperti daging babi yang diiris tipis-tipis kemudian digoreng hingga garing. Tanpa diberi garam danbumbu, belalang goreng sudah memiliki rasa tersendiri yang sangat pas.

4.Maeng Daa
Serangga air raksasa di Thailand dikenal sebagai Maeng Daa dan biasanya digoreng kemudian dicocol ke dalam saus cabai Thailand. Kalau kamu ingin memakan Maeng Daa, cangkang sayapnya harus dikelupas dulu karena sangat keras. Kemudian kamu bisa memakan bagaian tubuh dan telurnya jika ada.


Image source : lifesauntering.com

Maeng Daa memiliki rasa dan tekstur yang sangat berbeda dibanding serangga goreng lainnya. Bagian tubuhnya sedikit juicy dan rasanya mirip seperti telur dadar, sedangkan bagian kepala terasa seperti daging kepiting yang lembek.

5.Non Mai Non
Camilan anti mainstream khas Thailand yang terakhir adalah Non Mai Non, sejenis serangga goreng berbahan dasar ulat sutera. Ulat sutera sebenarnya adalah ulat kayu dengan bagian tubuh yang lunak, tetapi sangat renyah setelah digoreng. Bisa dikatakan bahwa Non Mai Non merupakan camilan serangga yang paling renyah. Ukurannya hanya 1cm sampai 2 cm saja. Rasanya mirip seperti mashed potatoe atau pasta gnocchi (pasta kentang Italia).


Image source : flicker.com

Jika kamu mencicipi Non Mai Non, rasanya sedikit pedas, tetapi juga mirip seperti kacang. Tekstur dagingnya mirip seperti mashed potatoe tetapi sangat renyah. Sama seperti serangga goreng lainnya, paling nikmat jika Non Mai Non ditambkan sedikit garam dan bumbu rempah.