Tips
10 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Berwisata ke Jepang
2015-12-23 09:42:52
HIS Travel

Jepang merupakan negara yang luar biasa. Orang-orangnya sangat baik dan ramah. Makanannya enak. Transportasi umum pun sangat praktis. Kamu bisa menikmati segala hal yang ada di Jepang, mulai dari keindahan alam, tempat bersejarah, situs bersejarah, budaya populer, tempat untuk berbelanja, dan lain sebagainya. Tetapi untuk sebagian besar pasti masih merasa Jepang itu sangat jauh sekali.

Ketika pertama kali datang ke Jepang, saya hanya bisa sedikit berbicara bahasa Jepang (paling hanya sekedar ungkapan salam seperti “ohayo – selamat pagi” dan “arigato – terima kasih”). Hal tersebut membuat saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajari tata krama sehari-hari. Pelajaran tersebut juga saya dapatkan setelah melakukan beberapa kesalahan. Berikut ini beberapa tata krama sehari-hari yang ingin saya berikan kepada kamu.

  • Kursi Prioritas

Di Indonesia, terutama ketika kamu menaiki bus trans, kamu harus menyerahkan tempat dudukmu kepada anak kecil, wanita dan orang tua. Saya kira hal tersebut sama di semua negara.

Ternyata saya salah.

Di Jepang, kamu bisa menemukan kursi prioritas pada semua kereta, bis, bahkan pada bandara dan halte. Apa kamu tahu kalau kamu tidak harus memberikan kursimu kepada anak kecil, seberapa pun kecilnya mereka (kecuali mereka bayi dan bersama ibunya)? Saya menanyakan hal tersebut kepada teman yang merupakan orang Jepang dan dia menjawab, “anak kecil itu kuat. Mereka bisa berdiri. Mereka harus belajar untuk menjadi kuat.”

Ternyata itulah alasannya.

Jadi kalau di Jepang, kamu harus menyerahkan kursi tersebut kepada :

  • Wanita hamil
  • Wanita dengan bayi
  • Orang cacat atau yang memiliki penyakit jantung
  • Orang tua

Contohnya seperti gambar di bawah ini.

Nah, bagaimana kamu tahu apakah wanita tersebut sedang hamil atau tidak? Kamu pasti pernah mengalami hal semacam ini. Kamu ragu apakah orang tersebut memang sedang hamil ataukah wanita tersebut memang berbadan besar. Ha ha... dan kamu juga tidak mau memberikan kursimu kepada orang yang salah, bukan?

Untuk situasi seperti itu, wanita hamil biasanya akan memasang benda ini.

Image source : http://gaijinpot.com/

Memberikan kursi kepada orang tua pun sebenarnya cukup sulit, lho. Karena seringnya mereka akan menolak untuk duduk apabila ditawarkan. Kalau mereka menerima untuk duduk, itu sama saja dengan mereka menerima kalau mereka itu sudah tua! Karena itulah, sebaiknya kamu berhati-hati ya...

Kalau mereka menolak untuk duduk, biasanya saya akan memberitahu kalau saya akan turun di pemberhentian berikutnya, agar mereka akan menerima tawaran kita dengan senang hati.

  • Menyiram Tissue Toilet

Di Indonesia, biasanya kita diberitahu untuk tidak membuang tissue ke lubang kloset. Di dalam toilet akan disediakan tempat sampah sebagai tempat untuk membuang tissue yang sudah digunakan. Saya juga melakukan hal yang sama selama beberapa bulan sampai akhirnya saya sadar kalau tempat sampah yang ada di dalam toilet bukanlah untuk tissue toilet, melainkan untuk pembalut!

Tissue toilet di Jepang memang dibuat untuk bisa disiram, jadi kamu tidak perlu khawatir kloset akan tersumbat. Tetapi jangan ikut menyiram tissue untuk wajah, ya.

Toilet di Jepang juga sangat bagus, lho. Mungkin kamu akan merasa heran kalau mencoba toilet di sana... kalau kamu ingin tahu lebih jelas mengenai cara untuk menggunakan toilet umum di Jepang, kamu bisa cek artikel yang telah kami upload di sini.

  • Belajar Untuk Mengantri

Kamu harus belajar untuk menunggu antrian. Orang Jepang mengantri untuk semua hal. Apakah itu membeli makan, menaiki kereta, menggunakan toilet umum, semuanya. Hal tersebut menandakan bahwa orang Jepang itu sangat sangat sabar.

Kamu tidak boleh untuk berpura-pura tidak melihat dan asal memotong antrian, ya.

Bahkan ada kalanya kamu harus mengantri hingga beberapa jam di taman bermain atau di restoran yang tidak melayani reservasi. Sebenarnya saya tidak begitu bagus dalam hal ini, saya akan menyerah di 10 menit pertama dan mencoba pergi ke tempat lain.

  • Hindari Rush Hour

Cobalah untuk menghindari menaiki kereta pada jam sibuk (08:00 – 09:00 AM).

Itu sangat buruk! Saya setiap hari menaiki kereta pada jam sibuk dan masih tidak terbiasa. Jangankan membawa tas besar, menemukan sedikit tempat untuk bisa berpijak saja sudah sangat sulit.

Beberapa waktu lalu saya harus pergi ke bandara di pagi hari. Untuk menghindari jam sibuk kereta, saya akhirnya memutuskan untuk mengirim barang bawaan saya 2 hari sebelumnya. Itu merupakan keputusan yang tepat. Seandainya saya membawa barang tersebut bersama saya, mungkin saya akan ketinggalan pesawat. Karena tidak mungkin saya membawanya ke kereta.

Apa kamu tahu kalau selama jam sibuk tersebut, akan ada beberapa asisten di peron stasiun? Kamu tahu apa tujuannya? Mereka adalah orang yang bertugas untuk mendorong orang-orang di dalam kereta supaya pintu dapat tertutup. Dari pengalaman saya, yang paling mengerikan adalah kereta di jam sibuk di Shinjuku. Sebisa mungkin kamu hindari, ya.

Oh, ya. Kamu juga harus berhati-hati dengan wanita yang menggunakan sepatu high heels, ya. Kalau menurut pendapat saya pribadi, harusnya ada larangan untuk mengenakan sepatu high heels. Karena kalau terinjak, itu benar-benar sakit!

  • Tata Krama Ketika Menggunakan Eskalator

Di daerah Kanto, orang-orang akan menggunakan sisi kiri, sedangkan di sisi kanan digunakan sebagai “jalur cepat” untuk orang yang ingin berjalan.

Namun di daerah Kansai adalah kebalikannya. Mereka akan menggunakan di sisi kanan dan sisi kiri digunakan sebagai “jalur cepat” untuk orang yang ingin berjalan.

  •  Matikan Suara HP dan Jangan Gunakan di dalam Kereta

Kereta/Bis di Jepang biasanya akan sepi meskipun sangat ramai. Alasannya adalah karena mereka dilarang untuk menggunakan HP di dalam kereta. Kamu bisa mengirim pesan, menonton Youtube, mendengarkan musik atau apapun kecuali menelpon seseorang.

Saya beberapa kali harus turun dari kereta hanya untuk menerima telepon, atau tidak saya akan menjawab “Maaf, saya sedang di kereta. Nanti akan saya telepon lagi” dan buru-buru menutup pembicaraan. Saya menanyakan hal ini kepada teman saya, dan dia menjawab kalau orang-orang biasanya akan berbicara lebih keras ketika berbicara di telepon dan hal tersebut mengganggu orang lain.

  • Harga yang Tertera Biasanya Belum Termasuk Pajak

Di Jepang, PPN adalah 8% (akan berubah menjadi 10% pada April 2016). Kebanyakan label harga yang tertera adalah yang belum termasuk PPN. Banyak yang merasa bingung ketika membayar karena total biaya menjadi lebih mahal.

Tetapi saat ini mulai ada yang telah mencantumkan harga setelah PPN di label harga tersebut, kok. Biasanya akan terdapat 2 harga, yang belum ditambahkan PPN dan yang telah ditambahkan PPN.

  • Kamu Bisa Membeli Hampir Semua Hal di Vending Machine

Kalau mini market sudah tutup dan kamu harus membeli sesuatu, vanding machine menjadi pilihan terbaikmu. Kamu akan terkejut ketika melihat bahwa hampir semua benda bisa kamu temukan di Vanding Machine di Jepang. Baik itu minuman panas, nasi kotak hangat, ramen, burger, buah, dan lainnya. Saya bahkan pernah membeli sup jagung dan sup miso dari vanding machine. Jadi kalau kamu sedang lapar dan tidak ada tempat untuk membeli makanan, carilah vanding machine!

  • Kamu Harus Melakukan Reservasi untuk (hampir) Semua Hal

Orang Jepang sangat suka merencanakan sesuatu. Mereka akan merencanakan pergi wisata paling tidak setengah tahun sebelumnya, dan mereservasi restoran 1-2 minggu sebelumnya. Jangan harap kamu akan mendapatkan kursi kalau kamu tidak melakukan reservasi. Kamu mungkin harus mengantri hingga beberapa jam.

  • Hindari Berwisata di High Season

Libur besar di Jepang

  1. Libur Tahun Baru (biasanya akhir Desember hingga awal Januari)
  2. Golden Week (dari akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei)
  3. Libur Musim Panas atau Obon (pertengahan Agustus)

Pada saat-saat itu, pesawat, kereta, bis dan hotel akan mengalami lonjakan yang besar dibandingkan hari-hari biasa. Harga pun juga akan mengalami kenaikan (Kalau di Indonesia mirip seperti ketika akan libur Lebaran ya.). Kamu masih dapat berwisata apabila telah melakukan reservasi sebelumnya, tetapi saya tidak merekomendasikannya. Saya justru lebih memilih untuk tinggal di rumah dan mencoba berwisata di waktu lain.

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum berwisata ke Jepang. Semoga bermanfaat!

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

https://his-travel.co.id/jepang

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

https://tictokyo.wordpress.com/2015/12/15/10-things-you-should-know-before-travel-to-japan/

Image source : http://mcha-jp.com/