City Travel
Botchan Ressha, Primadona Kereta di Matsuyama!
2017-09-13 06:10:11
HIS Travel

Botchan Ressha merupakan lokomotif pertama di Shikoku yang dibuka pada tahun 1888, hanya 16 tahun setelah pembukaan lokomotif pertama di Jepang. Dimiliki oleh perusahaan Iyo Railway yang merupakan kereta api khusus setelah Nippon Railway dan Horonai Railway di Hokkaido.

Sumber gambar: setouchifinder.com

Botchan Ressha memiliki lokomotif asli yang diimpor langsung dari Krauss & Company di Munich, Jerman. Karena itu lokomotif ini memiliki ukuran yang kecil. Tidak jarang orang-orang menganggap Botchan Ressha seperti lokomotif mainan.

Botchan Ressha merupakan replika kereta api yang beroperasi di kota Matsuyama dan menghidupkan kembali pesona kereta uap sejak tahun 2001. Berkeliling dengan Botchan Ressha akan membawa nostalgia tersendiri tentunya.

Sebenarnya, apa yang menjadikan Botchan Ressha menjadi primadona di kota Matsuyama ? Lihat ulasan selengkapnya!

Orang-orang Jepang dan banyak orang asing yang pasti mengenal nama dan karya dari sastrawan Soseki Natsume. Seorang legenda kesusatraan Jepang, seorang penulis novel dan kumpulan cerpen yang terkenal di Jepang. Lahir pada 9 Februari 1916 di Tokyo dan meninggal pada usia 49 tahun.

Natsume Soseki dilahirkan dalam keluarga bangsawan, tetapi keluarganya mengalami masa-masa yang sulit akibat keruntuhan keshogunan Tokugawa. Kisah masa kecilnya bisa dibilang tidak terlalu bahagia. Natsume Soseki menghabiskan satu tahun di Matsuyama sebagai guru bahasa Inggris di Sekolah Menengah Ehime, se Menengah Matsuyama. Dan, dari perjalanan hidupnya itu, karya Botchan lahir.

Sumber gambar: japanique.jp

Novel ini berkisah tentang seorang laki-laki yang dipanggil Botchan (tuan muda) yang tumbuh dalam keluarga bangsawan dan kemudian bekerja sebagai seorang guru. Sedikit demi sedikit ia mulai menemukan intrik-intrik orang-orang di sekitarnya. Karya ini sangat terkenal di Jepang.

Kereta yang berbentuk seperti kotak korek api yang digambarkan Natsume Soseki di novel Botchan adalah Botchan Ressha. Oleh karena itu, atas dorongan dan antusiasme masyarakat setempat, Botchan Ressha diwujudkan ke dalam bentuk sebenarnya oleh Iyo Railway.

Sumber gambar: setouchifinder.com

Stasiun akhir sepanjang rute Botchan Ressha adalah Stasiun Dogo Onsen, bangunan bergaya retro yang menjadi bangunan populer selama periode Meiji. Keistimewaan Stasiun Dogo Onsen adalah perubahan arah untuk "Botchan Ressha". Kereta dilepas dengan sambungan onboardnya, kemudian diputar secara manual. Ini merupakan metode yang sangat langka di Jepang, dan ada banyak orang yang mengunjungi Stasiun Dogo Onsen hanya untuk melihatnya.

Sumber gambar: setouchifinder.com

Seluruh petugas selalu mengenakan seragam bergaya retro yang mengingatkan pada era Meiji, ketika kereta mendekat ke platform setelah berubah arah, petugas yang bersandar di kereta akan melambai kepada wisatawan. Sangat menyenangkan mendapatkan sambutan hangat dari Matsuyama.

Sumber gambar: setouchifinder.com

Saat jalur kereta memasuki area jalan besar di kota Matsuyama, wisatawan bisa melihat Botchan Ressha yang berjalan bersamaan dengan mobil-mobil di sekitarnya juga. Menyatukan suasana tradisional dan modern yang begitu kental.

Meski dengan ukurannya yang kecil, Botchan Ressha memiliki proporsi yang sempurna mulai dari interior hingga detail eksteriornya. Botchan Ressha adalah kereta yang lucu dan menakjubkan. Apabila kamu mengunjungi Matsuyama, sebaiknya tidak melewatkan moda transportasi yang unik ini!

Ada banyak festival menarik di Prefektur Ehime yang bisa kamu cari tahu di H.I.S. Travel Indonesia . Selain informasi-informasi tentang Jepang bisa kamu dapatkan dengan mudah,  tiket ke Jepang murah dan tour-tour dengan harga terjangkau lainnya bisa kamu temukan.