Jepang
Berburu Pengalaman Otentik Jepang di kota Takayama
2017-07-17 08:03:06
HIS Travel

Kota Takayama terletak di perfektur Gifu dan berjarak 4 jam dengan menggunakan jalur kereta Japan Rail dari kota Tokyo (setelah sebelumnya transit di kota Nagoya). Jarak yang cukup jauh ini ternyata cukup berpengaruh pada kultur dan budaya yang terdapat pada kota Takayama. Layaknya daerah pedesaan di pulau Bali yang menawarkan peninggalan budaya dan adat yang kental (Bali Aga), Takayama memanjakan para pengunjung / wisatawan dengan kultur budaya Jepang kuno yang masih terjaga dalam setiap aspek roda kehidupan masyarakatnya. Letak geografis yang terpapar pergerakan angin dari laut Jepang menyebabkan iklim di kota yang pernah berada dalam kepemimpinan Shogun Tokugawa ini menyerupai kota-kota di daerah utara Jepang seperti Hokkaido, dengan curah salju yang stabil pada musim dingin dan durasi musim semi yang cukup singkat.

 

Hida no Sato

imagesource : Hida no Sato by rumpleteaser, via flickr

Tempat ini berisi lebih dari 30 bangunan yang sampai sekarang dijaga keasliannya sejak jaman Edo, meski sempat mengalami relokasi di tahun 1971. Deretan rumah tradisional ini kemudian dijadikan sejenis musium terbuka yang dapat dikunjungi baik para wisatawan maupun dari kalangan akademisi. Dalam suasana pedesaan yang asri, musium ini berisi bangunan-bangunan seperti rumah kepala desa, tempat pemotongan kayu, gudang bahan pangan, dan gassho-zukuri. Gassho-zukuri ini adalah rumah yang memiliki atap yang berbentuk seperti tangan yang dikepalkan dalam posisi doa (Gassho) dan karenanya area Hida no Sato mendapat status warisan budaya.

 

Shinhotaka Ropeway

imagesource : via thousandwonders

Destinasi wisata yang satu ini menawarkan perjalanan sight-seeing dengan menggunakan jalur gondola yang melintasi area sepanjang 1000 meter disisi pegunungan Hotake, tempat puncak tertinggi ketiga di jepang (Oku-Hotakedake), berada. Yang paling membedakan dari tempat ini adalah keberadaan gondola bertingkat yang mampu mengantarkan pengunjung ke dua stasiun tempat pemberhentian gondola; Nabedaira Kogen, dan stasiun gondola bagian atas. Di Nabedaira Kogen kamu dapat menjumpai pusat informasi pengunjung Shin-Hotaka, pemandian umum ala Jepang, restoran, jalur hiking, dan toko cenderamata. Sementara pada stasiun gondola bagian atas kamu dapat menikmati pemandangan gunung-gunung dan lembah disekitar titik observasi yang telah disiapkan. Stasiun ini juga dapat menjadi titik awal pendakian apabila kondisi jalur hiking bebas dari salju, biasanya pada akhir bulan Juni hingga September.

 

Distrik Sanno-machi

imagesource : via ikidane-nippon.com

Terletak ditengah kota, 3 jalanan utama dari distrik ini (biasa juga disebut sebagai Sanmachi-Dori) merupakan warisan dari jaman kejayaan sewaktu area ini masih dikenal sebagai tempat para pedagang tinggal dan bernaung. Arsitektur dari jalanan ini, serta bangunan-bangunan disekitarnya, masih dijaga keasliannya sampai detik ini. Sehingga kamu dapat merasakan sensasi dibawa kembali dalam suasana Jepang kuno, dan kamu juga dapat mencoba kimono-kimono Jepang untuk berfoto. Di dalam area ini kamu akan disambut toko-toko dan booth yang menjual makanan dan cinderamata. Banyak makanan lokal dengan rasa khas yang dapat kamu nikmati disini, seperti mitarashi (kue dango), daging sapi Hida yang disajikan seperti sate, dll.

imagesource : via wikipedia

Untuk oleh-oleh, kamu dapat membeli salah satu kerajinan khas Takayama, yaitu Sarubobo disini. Sarubobo yang merupakan boneka berbentuk manusia berwarna merah dan tanpa wajah ini pada awalnya digunakan sebagai penolak bala / pembawa keberuntungan bagi para pemegangnya atau hadiah boneka yang diberikan dari seorang nenek kepada cucu perempuannya;  kemudian saat ini acapkali digunakan sebagai gantungan kunci atau gantungan pada gadget kesayangan anda. Atau apabila kamu berkunjung di musim dingin kamu dapat merasakan sajian kuliner khas Takayama berupa sake dari pengolahan sake disekitar.