Tips
10 Hal yang harus dilakukan ketika berada di Kyoto
2017-10-11 05:00:41
HIS Travel

Kyoto merupakan kota yang masih begitu kental dengan keindahan masa lalunya. Kota budaya yang kaya akan tempat-tempat tradisional, tempat yang termasuk warisan budaya dunia UNESCO. Kyoto juga menawarkan distrik Geisha yang otentik dan masih beroperasi, kuliner yang lezat, hingga ketenangan kotanya. Namun, tidak hanya kuil dan tradisinya yang masih terjaga, Kyoto juga berkembang menjadi kota dengan kafe kekinian dan seni modern. Bagi wisatawan yang memiliki rencana untuk berlibur ke Kyoto, berikut 10 tempat yang harus dikunjungi!

 

1. Kinkaku-ji (Kuil Emas)

Sumber gambar: touropia.com

Kuil akan menjadi sangat populer di setiap musim. Baik ketika tertutup salju di musim dingin atau dikelilingi bunga sakura di musim semi. Pantulan emas daei kuil akan muncul di permukaan kolam dan seluruh wisatawan akan mengabadikan pemandangan tersebut. Meski ada banyak wisatawan yang datang berkunjung hingga ribuan orang, Kinkaku-ji selalu terlihat megah dan berkilauan. Rekonstruksi kuil hingga kemudian dilapisi emas diresmikan tahun 1955, namun lima tahun setelah abad ke-14 kuil aslinya dibakar oleh salah satu biarawan.

Kinkaku-ji buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00. Biaya masuknya adalah 400 yen. Untuk mencapai Kuil Kinkaku-ji wisatawan bisa menaiki bis nomor 101 atau 205 dari Stasiun Kyoto menuju halte bus Kinkaku-ji Michi. Jika wisatawan datang dari kota lain, wisatawan bisa langsung naik bis nomor 59 dan 12 bis ke halte bus Kinkaku-ji Mae.

 

2. Ginkaku-ji (Kuil Perak)

Sumber gambar: touropia.com

Tidak seperti Kinkaku-ji, meskipun memiliki nama Ginkaku-ji yang berarti Kuil Perak, tetapi tidak ada unsur perak di bagian atapnya. Ketika kuil dibangun pada tahun 1480-an sebagai tujuan rumah untuk Shogun selanjutnya rencananya kuil akan dilapisi perak. Banyak ahli sejarah Jepang yang mengatakan bahwa hal tersebut karena Shogun kehabisan biaya. Dan ketika meninggal beberapa tahun kemudian, Ginkaku-ji tidak berganti nama dan tetap menjadi kuil yang banyak diperbincangkan orang-orang.  Meskipun kuil tidak sepopuler Kinkaku-ji, Ginkaku-ji memiliki taman-taman terawat serta keindahan arsitekturnya tetap menjadi daya tarik wisatawan.

Ginkaku-ji bisa dicapai dari Stasiun Kyoto dengan nomor bis 5, 17 dan 100. Turun di halte bus Ginkaku-ji Michi. Biaya masuknya adalah 500 yen dan buka setiap hari pukul 8.30 pagi sampai 17.00 (09.00 sampai 16.30 selama Desember sampai Februari).

 

3. Gion

Sumber gambar: touropia.com

Bukan satu-satunya distrik geisha yang tersisa di Jepang, tapi Gion, kumpulan jalan yang ditentukan oleh bangunan kayu tua, kedai teh dan restoran Jepang eksklusifnya, sejauh ini yang paling terkenal. Luangkan satu jam mengembara di daerah itu dan kemungkinan Anda akan melihat sekilas geisha atau dua orang yang sedang berjalan-jalan di antara kedai teh dengan sandal zori yang rumit dan kimono yang indah. Banyak gangguan mereka, Anda mungkin akan melihat turis Jepang yang senang kamera menguntit mereka juga. Bukan berarti Gion hanya tentang geisha. Setiap bulan Juli, pesona mereka terhalang oleh Gion Matsuri, sebuah festival yang menarik lebih dari satu juta pengunjung untuk prosesi pelampung festival dan pertunjukan musik tradisional. Banyak rute bus dari Stasiun Kyoto dan bagian lain kota berhenti di halte bus Gion

 

4. Fushimi Inari Taisha

Sumber gambar: touropia.com

Foto di atas sering menjadi latar belakang yang paling populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang. Inilah Fushimi Inari Taisha, Kuil Shinto yang juga adalah kuil utama dari sekitar 40,000 kuil Inari yang tersebar di seluruh Jepang. Selain pemandangannya yang sangat indah, Fushimi Inari Taisha juga menyimpan banyak cerita yang sangat menarik untuk dipelajari

 

5. Arashiyama

Sumber gambar: touropia.com

Sebuah distrik di pinggiran barat Kyoto ini sangat populer dikalangan wisatawan asing maupun lokal. Ada jembatan Togetsu, kereta Troli dan sungai Hozigawa untuk rafting dan yang paling hits tentu saja hutan bambu yang pemandangannya sangat luar biasa.

Setiap bulan Desember, diadakan Arashiyama Hanatoro, dimana jembatan Watanabe dan jalan setapak di hutan bambu diterangi dengan lampu-lampu.  Selain itu, ada juga kuil yang bisa didatangi pada malam hari "Nison-in" dan "Jojakko-ji". Hal ini yang membut banyak wisatawan biasanya berkunjung dua kali kesini untuk merasakan pemandangan yang berbeda di siang dan malam hari.

 

6. Kuil Yasaka

Sumber gambar: matome.naver.jp

Kuil ini juga terletak di Gion yang menjadi tuan rumah untuk Gion Matsuri. Tempat ini dilambangkan sebagai simbol kemakmuran Kyoto. Banyak wisatawan yang memanfaatkan kunjungan ke Kuil Yasaka ini sambil berdoa singkat kepada Dewa Kemakmuran dan Kesehatan karena menurut legenda, Kuil ini memang didedikasikan untuk Susa-no-o (Dewa Kemakmuran dan Kesehatan) yang baik, dengan istri dan 8 anaknya.

Ada tradisi di tahun baru dimana bayi yang baru lahir akan dibawa ke kuil ini untuk di daftarkan bersama neneknya yang datang dengan kimono. Ketika musim semi tiba, orang akan berbondong-bondong datang ke kuil Yasaka untuk upacara melihat bunga sakura.

 

7. Tetsuga no Michi

Sumber gambar: touropia.com

empat yang dikalangan turis asing dikenal dengan nama The Philosopher’s Path. Berada di distrik Higashiyama yang terletak di bagian utara kota Kyoto. Diyakini sebagai salah satu tempat yang paling bagus untuk melihat keindahan bunga Sakura. Jadi sudah tahu pastinya waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini.

Tetsuga No Michi adalah jalanan sepanjang dua kilometer yang dimulai sekitar Ginkakuji, Perak Pavillion, dan berakhir di lingkungan Nanzenji.  Nama jalan ini diambil setelah salah seorang filsuf terkenal Jepang Nishida Kitaro yang merenungkan makna kehidupan setiap berjalan di jalan ini menuju Universitas Kyoto.

 

8. Kiyomizudera

Sumber gambar: touropia.com

Masih bicara tentang kuil. Kiyomizu-dera merupakan kuil Budha kuno, yang dibangun pada tahun 798 dan sudah 10 kali mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang atau bencana alam. Jika kuil Yasaka disebut kuil kemakmuran, Kiyomizu-dera sering disebut kuil perjodohan karena di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang disebut dengan Dewa Perjodohan.

 

9. Kyoto Tower

Sumber gambar: theculturetrip.com

Kyoto Tower adalah salah satu landmark modern di kota yang penuh dengan kuil-kuil kuno dan jalan-jalan tradisional ini. Berdiri 430 kaki dari dasar ke ujung dengan struktur besar berbobot 800 ton, dan terletak di atas sebuah bangunan dengan sembilan cerita. Menara ini dibuka pada bulan Desember tahun 1964, setelah Olimpiade Tokyo.

Menara ini dirancang menyerupai lilin tradisional Jepang, meskipun sedikit lebih besar. Menawarkan pemandangan kota dari ketinggian sehingga kalian bisa leluasa menikmati keindahan kota Kyoto.

 

10. Pasar Nishiki

Sumber gambar: theculturetrip.com

Jalan perbelanjaan tradisional yang menjadi pusat kuliner ini terletak di pusat kota. Menurut catatan sejarah toko disini pertama kali  dibuka pada tahun 1311, dan tempat ini menjadi pasar ikan di abad ke-16. Pasar ini beroperasi setiap harinya dari pukul 09.00 hingga 18.00 JST.

Jalan ini, membentang 390 meter dari Teramachi Street ke Takakura Street, memiliki lebih dari 120 toko-toko kecil dan restoran yang menjual sebagian besar makanan, tetapi juga kerajinan, piring, pakaian dan banyak lagi. Di ujung timur pasar terdapat sebuah kuil kecil.

 

Kyoto menawarkan berbagai tempat wisata cantik dan menakjubkan lainnya. Cari tahu lebih banyak keindahan Prefektur Kyoto di H.I.S. Travel Indonesia, selain informasi-informasi tentang Jepang bisa kamu dapatkan dengan mudah, tiket ke Jepang murah dan tour-tour dengan harga terjangkau lainnya bisa kamu temukan.